Program Langit Biru Pertamina Hadir di Tanggamus

  • Whatsapp
SPBU Waytuba Kelurahan Kuripan menjual Pertalite dengan harga lebih murah yaitu Rp6.850/liter. Ini merupakan program Langit Biru yang digulirkan Pertamina di Kabupaten Tanggamus. - Foto Rnn/mlo

Medialampung.co.id – Program Langit Biru yang gulirkan PT.Pertamina kini hadir di Kabupaten Tanggamus. Program ini menjual Pertalite yang merupakan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dengan harga cukup terjangkau.

Menurut Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Firmalinda Umri, program Langit Biru di Kabupaten Tanggamus sudah berjalan sejak 12 September 2021. Dimana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjual Pertalite dengan harga lebih murah.

Bacaan Lainnya

“Jadi dalam program Langit Biru di Tanggamus, Pertamina memberikan diskon Rp1.000, yang sebelumnya Pertalite dijual Rp7.850 per liter kini Rp6.850 per liter, jadi hemat Rp1.000,” kata Firmalinda.

Dilanjutkan Firmalinda, bahwa untuk Tanggamus ada lima SPBU yang menjual Pertalite dengan diskon harga Rp 1000. Yaitu SPBU Banjarnegeri Gunungalip, SPBU Tekad Pulaupanggung, SPBU Waytuba Kotaaagung, SPBU Talagening Kotaagung Barat dan SPBU Lakaran Wonosobo.

“Yang bisa membeli Pertalite dengan harga murah tersebut adalah kendaraan roda dua, kendaraan roda tiga.Untuk roda empat hanya untuk angkutan pedesaan (Angdes) plat kuning, taksi plat kuning dan ambulance plat merah,” ujar Firmalinda.

Masih kata Firmalinda, jika Pemkab Tanggamus mendukung program Langit Biru untuk kualitas udara yang lebih baik dan mengedukasi masyarakat untuk menggunakan bahan bakar minyak berkualitas dan ramah lingkungan.

“Program Langit Biru ini sudah disosialisasikan kepada seluruh camat harapannya seluruh warga Tanggamus mengetahuinya.Intinya kami, Pemkab Tanggamus siap bersinergi dengan Pertamina dalam penyediaan BBM yang ramah lingkungan, sebab Pertalite ini oktannya 90 lebih bagus dari premium,” jelasnya.

Linda sapaan akrabnya mengaku belum mengetahui kapan Program Langit Biru ini akan berakhir, namun dia percaya setiap program yang digulirkan akan ada evaluasi.

“Ya, kami tidak tahu sampai kapan program ini, namanya program pasti ada evaluasi, bisa tiga bulan sekali atau enam bulan sekali,” pungkasnya.(ehl/rnn/mlo)


Pos terkait