Program RTLH Lambar Tahun Ini Menyasar 17 KK

  • Whatsapp
Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Lambar Raden Muhammad Arsyad

Medialampung.co.id – Jumlah sasaran Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang merupakan salah satu program unggulan Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat terpaksa berkurang dari rencana sebelumnya, akibat refocusing anggaran yang dilakukan dalam rangka pendanaan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinsos setempat Raden Muhammad Arsyad mengungkapkan, untuk tahun 2021 ini jumlah sasaran dalam program RTLH hanya 17 Kepala Keluarga (KK), jumlah tersebut jauh berkurang dari rencana sebelumnya yakni sebanyak 60 KK. 

Bacaan Lainnya

“Sebelumnya kami anggarkan untuk 60 KK, tetapi karena adanya refocusing jadi jumlahnya berkurang tinggal 17 KK lagi, tentunya banyak usulan yang belum bisa kami realisasikan di tahun ini, dan kami berharap masyarakat bersabar,” ungkap Arsyad mendampingi Kepala  Dinsos Lambar Jaimin. 

Dikatakannya, 17 KK calon penerima program tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Belalau dua KK, Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS) 10 KK dan Kecamatan Batubrak lima KK. 

“Tetapi ini belum fix karena kami akan melakukan verifikasi terhadap usulan yang diterima dan kami akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap calon penerima, apakah benar-benar layak atau tidak, perkiraan untuk pelaksanaan program ini dimulai pada bulan September mendatang,” kata Arsyad. 

Dijelaskan, jumlah bantuan yang diterima oleh keluarga penerima manfaat yakni sebesar Rp15 juta, bantuan tersebut bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk material bangunan yang disalurkan melalui supplier. Tidak seperti beberapa program lainnya yang juga menyertakan upah tukang, khusus untuk RTLH ini lebih menekankan pemberdayaan dalam pelaksanaanya. 

“Untuk penerima program ini juga harus memenuhi syarat yakni penerima harus masuk dalam kategori masyarakat tidak mampu dan masuk dal DTKS,” pungkasnya. (nop/mlo)


Pos terkait