Progress Fisik Program Pamsimas Capai 42-90 %

  • Whatsapp

Medialampung.co.id –  Progress fisik pembangunan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di lima pekon di Kabupaten Lambar yang bersumber dari APBD, hingga akhir Oktober rata-rata telah mencapai 90,00 %. Sedangkan 16 pekon yang bersumber dari APBN realisasi fisiknya masih 42 %.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Ir. Okmal, M.Si, mengungkapkan, berdasarkan laporan dari konsultan pendamping bahwa progress fisik pelaksanaan program Pamsimas tahun 2019 hingga sampai 31 Oktober yaitu untuk program Pamsimas di 16 pekon yang bersumber dari APBN rincian realisasinya yakni Pekon Gedungsurian Kecamatan Gedungsurian progress fisiknya baru 27,49 %, Pekon Hujung Kecamatan Belalau progress fisik 28,36 %, Pekon Mekarjaya Kecamatan Gedungsurian progress fisik 26,50 %, Pekon Muarabaru Kecamatan Kebuntebu dengan progress fisik 28,03 %, Pekon Muarajaya I Kecamatan Kebuntebu progress fisik 28,03 %, serta Pekon Puralaksana Kecamatan Waytenong progress fisiknya baru 31,43 %.

Kemudian,  Pekon Puramekar Kecamatan Gedungsurian progress fisik 21,98 %, Pekon Sedampahindah Kecamatan Balikbukit 30,42 %, Pekon Sinarjaya Kecamatan Airhitam progress fisik 29,39 %, Pekon Sukajaya Kecamatan Sumberjaya 24,87 %, Pekon Sukamaju Kecamatan Lumbokseminung dengan progress fisik 69,27 %, Pekon Tanjungraya Kecamatan Sukau 69,27 %. Selain itu,  Pekon Tebaliok Kecamatan Batubrak dengan progress fisik 69,88 %, Pekon Way Empulauulu Kecamatan Balikbukit dengan progress fisik 38,10 %, Pekon Waytetai Kecamatan Sumberjaya dengan progress fisik 29,69 %, serta Pekon Simpangsari Kecamatan Sumberjaya dengan progress fisik 41,90 %.

Lanjut dia, sementara program Pamsimas di lima pekon yang bersumber dari APBD realisasinya yakni Pekon Bumihatatai Kecamatan Bandarnegeri Suoh dengan progress fisik 90,00, Pekon Sindang Pagar Kecamatan Sumebrjaya dengan progress fisik 96,10 %, Pekon Tri Mulyo Kecamatan Gedungsurian dengan progress fisik 90,00 %, Pekon Tribudi Makmur Kecamatan Kebuntebu dengan progress fisik 92,82 %, dan Pekon Tribudi Syukur Kecamatan kebutebu dengan progress fisk 90,00 %. “Secara umum progress kegiatan fisik tahun 2019 yang bersumber dari dana APBN masih rendah dikarenakan DIPA dari pusat baru ada pada bualan Agustus sedangkan untuk APBD sudah mulai dilaksanakan dari bulan Juni 2019,” ungkap Okmal seraya menambahkan, pihaknya optimis sebelum tahun anggaran 2019 berakhir, progress kegiatan program Pamsimas akan mencapai 100 %.

Untuk tahun 2020, kata dia, sudah dilaksanakan mekanisme penjaringan mulai dari sosialisasi, penjaringan minat dan rencana kerja masyarakat, prioritas calon pekon sasaran, penentuan pekon dan besaran Biaya Langsung Masyarakat (BLM) yang bersumber dari APBD dan usulan pekon yang bersumber dari APBN, yaitu 3 pekon yang bersumber dari APBD dan 12 Pekon yang bersumber dari APBN.

 “Selain desa reguler tahun 2020 Kabupaten Lampung Barat juga mengusulkan untuk Hibah Insentif Daerah (HID) untuk pekon pasca Pamsimas yaitu sebanyak lima pekon,” pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait