Proyek Rehab Sekolah di Lambar Makan Korban

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur sekolah, program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Prasarana Wilayah Lampung, satuan kerja pelaksana prasarana pemukiman Provinsi Lampung.

Berupa kegiatan rehabilitasi dan renofasi sarana prasarana sekolah dengan Nomor Kontrak HK0201/KTR/BPPWL/POP-MYC.01/2019 senilai Rp24.271 Miliar dari APBN yang dilaksanakan oleh PT Cipta Ptimadona Perkasa bersama Konsultan pengawas CV Tujuh Jaya mulai memakan korban.

Bacaan Lainnya



Dimana dalam pengerjaan gedung di SD Negeri 1 Padangtambak, Kecamatan Waytenong, Rabu (4/3), salah satu pekerja bangunan atas nama Suhaimi warga Pekon Padangtambak, terpaksa dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Waytenong setelah mengalami kecelakaan kerja tertimpa struktur bangunan gedung yang tiba-tiba ambruk saat sedang dibongkar sekitar Pukul 10.00 WIB.

Disampaikan korban dirinya bersama satu rekannya sedang berkerja di atas gedung yang sedang dibongkar, tiba-tiba bangunan gedung ambruk dan dirinya terseret serta tertimpa material bangunan hingga mengalami luka di bagian kepala belakang, kaki serta bagian tubuh lainnya.

“Saya disini hanya pekerja kasar dengan gaji Rp90 ribu tidak ditanggung makan, dan dalam berkerja memang saya belum dikasih alat keselamatan kerja seperti helm, sehingga saat saya tertimpa bangunan luka-luka salah satunya dibagian kepala,” katanya.

Sementara dikatakan petugas piket puskesmas yang enggan disebutkan namannya, pasien masih diberikan perawatan dan belum diperbolehkan pulang untuk mengecek kondisi paling tidak hingga 24 Jam, sebab adanya luka dibagian kepala.

“Kondisinya saat ini baik hanya saja senghaja kami observasi sementara untuk mematikan kondisi benturan kepala,” ungkap salah satu petugas medis.

Hingga berita ini diturunkan pihak SD yakni kepala DS Rosma Wati belum bisa dimintai tanggapan, begitu juga pelaksana kegiatan.

“Kami juga belum menerima laporan masalah itu, tapi jika pekerja memang tidak gunakan alat kelelamatan kerja itu sangat disayangkan,” ungkap Kapolsubsektor Ipda Mahmudi.

Sekedar diketahui sebelumnya, terdapat beberapa kejanggalam dalam proyek yang menelan dana puluhan miliar berupa rehabilitasi dan renovasi untuk 20 SD di Lampung Barat. (ius/mlo)



Pos terkait