Proyek Tambal Sulam Ruas Jalan Waspada-Wayngison Dipertanyakan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Proyek pemliharaan jalan berupa tambal sulam (aspal) penghubung Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) dengan, Kecamatan Batuketulis, persisnya dari Pekon Waspada menuju Pekon Wayngison diduga dikerjakan dengan tidak profesional alias terkesan asal-asalan. 

Dugaan tersebut terpantau oleh masyarakat dari kondisi titik-titik badan jalan yang sudah diberikan penambalan.

Bacaan Lainnya


“Sekarang masih musim penghujan, sehingga dalam pengerjaan betul-betul harus memperhatikan cuaca. Jika dikerjakan tanpa melihat keadaan dan terkesan asal-asalan tentu hasilnya kurang baik,” ungkap salah satu pemerhati pembangunan Zefri Ardiansah.

Pihaknya merasa miris melihat kondisi proyek tersebut, seperti secara kasat mata aspal sulam yang terpasang bergelombang, kemudian aspal yang terpasang sepertinya kurang matang membuat kurang merekat bahkan di bagian pinggir saat diinjak dengan kaki saja aspalnya bubar, dan penambalan yang tidak rata membuat air tetap tergenang. 

Terkait itu pihaknya meminta dinas terkait melakukan evaluasi pekerjaan tersebut. Jika memang apa yang yang disaksikannya tersebut menyalahi dari spesifikasi bangunan tentu pemerintah harus bertindak, melakukan pencegahan. 

“Saya punya dokumentasi rekaman video dan foto kegiatan itu, dengan kondisi yang saya lihat. Dan ini akan saya sampaikan ke dinas terkait, sebagai bukti jika apa yang saya sampaikan bukan bualan semata,” janjinya. 

Dikonfirmasi secara terpisah, Peratin Waspada Heri Subagio mengaku tidak mengetahui siapa yang menjadi pelaksana kegiatan tersebut, namun pihaknya mewakili seluruh pengguna jalan dan warga meminta agar dalam pengerjaannya mengutamakan kualitas. 

Lantaran pembangunan jalur itu sudah puluhan tahun dinantikan masyarakat untuk memberikan kelancaran transportasi.

“Kami berharap dalam pengerjaannya agar mengutamakan kualitas lantaran jalan ini dibangun Tahun 1994 sejak itu belum pernah diperbaiki. Jadi jangan sampai pembangunan ini hanya bisa bertahan sebentar,” tandasnya. 

Sementara itu, menurut pantauan di lapangan, saat ini pengerjaan tambal sulam tersebut tengah berlangsung. Namun pihak pelaksana kegiatan tidak diketahui sehingga seperti apa prosedur pengerjaan tambal sulam tersebut belum diketahui. Ditambah tidak tampaknya plang proyek membuat masyarakat semakin bertanya-tanya. (rin/mlo)



Pos terkait