PSI Lambar Bangun Monumen Tugu Macan Pengganti Sejarah Kayu Ama Raden Puradirja 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pejuang Siliwangi Indonesia (PSI) Kabupaten Lampung Barat Sakri, S.Ag, melakukan peletakan batu pertama pembangunan monumen tugu Macan PSI, di Pekon Puralaksana, Kecamatan Waytenong, Rabu (23/9).

Seperti diketahui PSI merupakan salah satu organisasi besar dan solid di Bumi Beguai Jejama Sai Betik tersebut, bahkan menjadi basis PSI Provinsi Lampung.

Pembangunan Patung Macan PSI yang berjarak Seratus meter dari Kantor Sekretariat PSI tersebut adalah pengganti bukti sejarah Kayu Ama, tempat pemberhentian pendiri PSI Ama Raden Puradirja saat berkunjung ke Lambar pada 1952 silam.  

Dalam sambutannya, Sakri menjelaskan pembangunan monumen tugu macan yang peletakan batu pertamanya dilangsungkan bersamaan dengan momentum peringatan HUT Kabupaten Lambar Ke-29, 2020 itu.

Sebagai pengganti bukti sejarah Kayu Ama yang puluhan tahun silam menjadi tempat pemberhentian (singah) Ama Raden Puradirja, yang saat ini kondisi kayu besar itu telah mati termakan usia.

“Patung Macan ini akan menjadi bukti sejarah kedatangan pendiri PSI Ama Raden Puradirja saat mengunjungi Kabupaten Lambar 68 tahun silam,” tegasnya

Lanjutnya dengan banyaknya warga PSI atau generasi penerus PSI di Lambar sekarang ini. Maka diharapkan keberadaan tugu macan itu juga menjadi pengingat bagi pemuda pemudi PSI, bahwa PSI di Lambar adalah basis PSI di Provinsi Lampung yang harus terus dijaga marwahnya.

Sakri yang juga Anggota Legislatif Lambar Fraksi Golkar tersebut mengajak sepuh dan binisepuh PSI supaya terus bersatu membina anak dan remaja di Kabupaten Lambar dalam memupuk keberadaan PSI yang memang telah berdiri solid dan kokoh. “Saya sebagai ketua PSI Lambar akan terus memberikan support dalam pembangunan monumen Patung Macan PSI ini hingga selesai,” ujarnya. 

Sementara Peratin Puralaksana Atta yang juga generasi kedua PSI, menceritakan saat Ama Raden Puradirja,  mengunjungi warga PSI di Lambar kala itu. Ia berhenti di Satu Kayu besar yang rindang, yang diberi nama Kayu Ama. Maka kayu itulah menjadi salah satu bukti kedatangannya di Lambar yang hingga saat ini masih dijaga generasi penerus PSI. 

Namun, karena usia Kayu Ama yang sudah tua, sudah beberapa tahun ini kayu ama tersebut telah roboh termakan usia, sehingga sebagai penganti maka dibangunlan saat ini Patung Macan yang menjadi simbol PSI.

“Harapan kita dengan monumen patung macan ini menjadi napak tilas, sejarah PSI yang berdiri 1922, dan terus terkenang hingga anak cucu kelak,” tandasnya. (rin/mlo)



Pos terkait