PT. LDC Alokasikan CSR Berupa Mesin Roasting dan Pelatihan   

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sebagai tindaklanjut kerjasama Kabupaten Lambar dengan PT. Louis Dreyfus Company (LDC), perusahaan tersebut mengalokasikan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa sarana roasting dan pelatihan roaster yang dipusatkan di Sekolah Kopi.

Dukungan penyediaan sarana roasting dan pelatihan ini oleh PT LDC semakin melengkapi sarana sekolah kopi dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan kopi di Lampung Barat. 

Bacaan Lainnya

“CSR yang diberikan oleh PT Louis Dreyfus Company berupa mesin Roasting Blueking Roaster 2,5 (BK 2,5) dan pelatihannya bagi 18 orang pengolah kopi termasuk tutor roaster Sekolah Kopi,” kata Kabid Perkebunan Sumarlin mendampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Nata Djudin Amran, Selasa (15/6)

Kata dia, untuk pelatihan Roasting akan dilaksanakan tiga kelas masing masing 6 peserta, untuk kelas pertama berupa pengenalan mesin dan basis Roasting kopi dilaksanakan Senin-Selasa (14-15/6) dengan jumlah peserta meningkat menjadi 10 orang. Kemudian, kelas kedua dan ketiga akan dilaksanakan pada tanggal 22-24 Juni mendatang dengan rencana jumlah peserta 12 orang. 

Peserta pelatihan terdiri dari tutor sekolah kopi, kelompok Tani (Poktan), serta Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berasal dari Kecamatan Sumberjaya, Kecamatan Air Hitam, Kecamatan Sekincau, Kecamatan Batubrak, Kecamatan Belalau, Kecamatan Gedungsurian, serta Kecamatan Waytenong. “Narasumber pelatihan ini yaitu Owner AHLINYA KOPI LAMPUNG (AKL) Abdillah,” kata dia.

Lanjut Sumarlin, tujuan dilaksanakannya kegiatan pelatihan roasting kopi tersebut yaitu untuk meningkatkan kemampuan roasting kopi bagi pengolah kopi dan tutor sekolah kopi, serta meningkatkan peran dan sinergi Sekolah Kopi Lampung Barat dan PT LDC dalam pengelolaan Sekolah Kopi serta pengembangan mutu dan industri kopi Lambar. 

“Harapannya aktivitas sekolah kopi dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani kopi semakin lebih optimal, dan meningkatnya kemampuan para pengolah kopi Lampung Barat dalam menghasilkan kopi roasted maupun kopi bubuk yang lebih bermutu,” tegas Sumarlin.

Untuk Kedepan, kata Sumarlin,  bersama dinas terkait UKM dan IKM diharapkan ada aktivitas yang dapat mengoptimalkan peran sekolah kopi bagi UKM/IKM/UMKM termasuk melalui peran dan fungsi BLK dalam memajukan kemampuan tenaga kerja pengolah kopi Lampung Barat. (lus/mlo)




Pos terkait