PT Pertamina – Hiswana Migas Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG Aman 

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – PT Pertamina bersama DPC Hiswana Migas Lampung memastikan Pasokan liquified Petroleum gas (LPG) di Kabupaten Lampung Barat tidak ada kendala baik produksi maupun distribusi. 

Wakil Kepala Bidang Wilayah IV DPC Hiswana Migas Lampung Prayugo Widodo, S.H, menjelaskan pihaknya terus melakukan pantauan distribusi LPG bersubsidi di Lambar dan sejauh ini semuanya berjalan aman dan lancar. Bahkan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk LPG (SPPBE) dan Agen Distributor maupun Pangkalan tetap melakukan produksi dan distribusi sebagaimana hari biasanya untuk menjaga pasokan LPG tetap lancar dan aman demi mencukupi kebutuhan masyarakat akan LPG di Lampung Barat.

Bacaan Lainnya



“Untuk itu kami tegaskan bahwa pasokan LPG di wilayah penyaluran Lampung Barat tidak ada kendala produksi di SPPBE maupun distribusi di Agen distributor dan pangkalan khususnya di Kecamatan Kebun Tebu maupun Kecamatan lainnya di Lambar,” jelasnya. 

Selain LPG bersubsidi, Pertamina dan Hiswana Migas juga melalui agen distributor dan pangkalan telah menyediakan LPG Non Subsidi kemasan tabung Bright gas seberat 5,5 Kilogram (kg) dan 12 Kg sehingga menambah varian stok LPG distributor dan pangkalan demi memenuhi kebutuhan LPG bagi masyarakat.

“Terjadinya kenaikan penggunaan LPG dalam pekan terakhir ini merupakan kenaikan yang sifatnya musiman, tidak periodik yang terkadang muncul di wilayah Lampung Barat ketika musim panen raya kopi tahunan yang sebelumnya sudah diantisipasi oleh PT. Pertamina dan Hiswana Migas dengan menambah pasokan Elpiji bersubsidi terhitung sejak bulan Juli 2020,” imbuhnya.

Diketahui, sebelumnya  Sejak Dua pekan ini, terjadi kelangkaan LPG ukuran 3 kg di Kecamatan Kebuntebu, Keadaan itu membuat  masyarakat khususnya para ibu rumah tangga gelagapan, sebab mengganggu rutinitas masak-masak yang dilaksanakan setiap pagi dan sore hari.

“Iya kelangkaan LPG sudah terjadi dalam beberapa minggu ini. Dan kami sangat terganggu karena untuk masak kami tidak menggunakan tungku dengan bahan kayu bakar ataupun kompor minyak tanah seperti dulu, melainkan dengan LPG,” ungkap salah satu ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara warga lainnya, Gingin, meminta agar kondisi yang terjadi saat ini segera diatasi dengan segera dilakukan langkah-langkah nyata oleh pihak berkompeten, apakah itu distributor, agen (kios) yang selama ini menjadi penyalur resmi termasuk juga pemerintah sebab LPG sudah menjadi salah satu kebutuhan yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Kalau masalah harga terjadi kenaikan, mungkin banyak masyarakat memaklumi apalagi jika masih dalam kapasitas standar. Namun jika langka seperti sekarang walau punya uang tidak ada bahannya ibu-ibu tidak bisa masak,” keluhnya.  (edi/mlo)



Pos terkait