PTM Terbatas Bisa Dilaksanakan, Disdikbud Pesbar Ajukan Surat ke Satgas

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) segera mengajukan surat ke Satuan Tugas (Satgas) penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), terkait tindaklanjut pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan pola Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Kabid Dikdas, PAUD dan PNFI, Erik Putra AR, S.Pd., mendampingi Plt. Kadisdikbud Pesbar, Sudibyo, S.E., mengatakan sebelumnya pada 10 Agustus 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, telah menyampaikan siaran pers nomor: 388/sipres/A6/VIII/2021 tentang satuan pendidikan di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 dapat laksanakan PTM terbatas.

Bacaan Lainnya

“Karena itu, kita juga akan segera bersurat ke Satgas Penangan Covid-19 Kabupaten Pesbar terkait dengan rencana PTM terbatas di Kabupaten Pesbar ini yang mengacu pada instruksi Mendagri dan instruksi Bupati Pesbar,” katanya, Kamis (12/8).

Dijelaskannya, seperti dalam Instruksi Mendagri No.32/2021 tentang PPKM level 3, level 2, dan level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19, bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jauh berdasarkan keputusan bersama Menag, Menkes dan Mendagri.

“Dalam Instruksi Mendagri itu dijelaskan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan maksimal 50 persen. Meski begitu, kita juga masih menunggu keputusan dari Satgas Penanganan Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesbar, Syaifullah, S.Pi., mengatakan bahwa terkait dengan KBM pada satuan pendidikan dengan pola pembelajaran tatap muka di sekolah untuk saat ini memang sudah bisa dilaksanakan, namun pengaturannya itu dilakukan oleh Disdikbud Pesbar. Dalam pelaksanaan KBM secara tatap muka di sekolah dengan maksimal 50 persen dari jumlah siswa itu selain mengacu pada Instruksi Mendagri No.32/2021, juga berdasarkan Instruksi Bupati Pesbar No.5/2021 tentang PPKM pada kriteria level 3 dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 Kabupaten Pesbar.

Dijelaskannya, dalam Instruksi Bupati Pesbar itu dijelaskan salah satu poinnya yakni Kepala Disdikbud mengatur pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan keputusan bersama Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri. Pembelajaran tatap muka terbatas bisa dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62 persen sampai 100 persen.

“Sedangkan PAUD maksimal 33 persen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sesuai dengan pengaturannya dari Disdikbud Pesbar,” tandasnya. (yan/d1n/mlo)


Pos terkait