Pulang Mengajar, Seorang Guru Jadi Korban Begal di Way Tuba

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Selain menjadi Target Operasi bebarapa oknum yang mengaku dari media maupun oknum yang kerap mengaku dari LSM, ternyata setelah sekian lama sempat menghilang, guru kembali menjadi target yang empuk bagi kawanan begal.

Seperti yang dialami oleh EM, guru wanita yang mengabdi di SDN 2 Way Tuba, Kecamatan Way Tuba Kabupaten Waykanan, yang menjadi korban pembegalan oleh dua orang tak dikenal di dusun 7 Pasundan Jaya Way Tuba, saat hendak pulang ke rumahnya usai mengajar pada pukul 10.45 WIB, Sabtu (18/9).

Bacaan Lainnya

“Saat itu saya tidak memiliki firasat apapun, karena memang sudah agak lama tidak terdengar ada pembegalan walaupun sebenarnya 2 atau 3 tahun lalu sangat marak, namun saat tiba di lokasi sepulang sekolah di jalanan sepi, tiba-tiba saya dipepet 2 pemuda dan mengancam, mereka nyuruh saya berhenti, saya ketakutan, lalu saya berhenti, setelah itu mereka memaksa saya menyerahkan motor saya, karena saya ketakutan dan terus diancam pelaku, akhirnya sepeda motor Honda Supra Fit  yang saya bawa kepada mereka, untungnya tidak berapa lama ada bekas murid saya yang melintas yang langsung melakukan pengejaran setelah saya menceritakan kalau saya baru saja dibegal, sayangnya kedua begal tersebut berhasil melarikan diri setelah sampai di jalan lintas, dan saya kemudian melaporkan hal itu ke Polsek Way Tuba, ” ujar EM.

Kapolsek Way Tuba, AKP Mahbub Junaedi, SE., Membenarkan telah menerima laporan kejadian tersebut, dan telah melakukan pemanggilan terhadap korban, selain itu ia bersama dengan Kanit Reskrim, Kanit Intel serta beberapa anggota sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan informasi melalui penyelidikan lebih lanjut.

”Benar dan saat ini kami tengah melakukan penyelidikan, doakan ya biar cepat tertangkap, sehingga tidak ada lagi korban berikutnya,” ujar AKP Mahbub Junaedi melalui sambungan telepon seluler, seraya menambahkan akibat curat tersebut korban menderita kerugian hingga Rp.5 juta rupiah.

Ditempat berbeda, Sahdana, S.Pdi, Tokoh masyarakat Way Tuba yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung merasa kaget dengan peristiwa yang menimpa warganya itu, karena Way Tuba sudah lama aman, dari berbagai kegiatan Curas maupun curat, untuk itu ia berharap agar Polisi melakukan tindakan tegas terhadap pelaku untuk memberikan efek jera.

“Yang benar saja, Way Tuba ini sudah kemasukan lagi, kalau begitu saya sebagai warga dan saat ini masih mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Lampung meminta agar Polres Waykanan khususnya Polsek Waytuba untuk dapat memberikan tindakan tegas pada pelaku kejahatan, tanpa pandang bulu, agar mereka dapat berpikir berkali kali sebelum melakukan tindakan kejahatan di Waykanan, sebab kalau kita biarkan akan sangat berbahaya, pasti akan mereka ulangi lagi, lagi dan lagi, masyarakat Waykanan lah yang rugi,” tegasnya.(sah/mlo)


Pos terkait