Puluhan PKL Menolak Relokasi ke Pasar Bambu Kuning

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sekitar 80 Pedagang Kaki lima (PKL) yang biasa berdagang di sepanjang Jl. Bukittinggi menolak direlokasi ke Pasar Bambu Kuning karena ada beberapa alasan untuk berjualan di lantai II Pasar Bambu Kuning. 

David koordinator pedagang Kaki lima Jalan Bukit Tinggi mengatakan, mereka sudah pernah berdagang di lantai II tujuh tahun yang lalu, namun sepi pengunjung. 

Bacaan Lainnya

“Kita bayar sekitar 200 ribu per bulan kalau telat kami di kirim surat peringatan, hingga di gembok tidak boleh masuk, jika tidak bayar kios di ambil pengembang dan nanti pengembang akan dijual kembali ke orang lain yang berminat. Kami akan bertahan di sekitar jalan Bambu Kuning, kami meminta kepada pemkot Bandarlampung agar dirapikan saja lapak kami, tidak usah dipindahkan,” kata David kepada Medialampung.co.id, Rabu (17/11).

Sebelumnya, Selasa (16/11) puluhan pedagang yang beraudiensi dengan Plh Sekda Kota Bandarlampung dan Kadis Perdagangan Wilson Faisol meminta agar tidak di pindahkan ke lantai II pasar Bambu Kuning. 

“Karena Alasan fasilitas dan pengunjung yang tidak mau belanja, dan lagi kita juga pernah pengalaman tujuh tahun dagang di sana tidak ada omset malah nambah utang,” ujar David.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Wilson Faisol mengatakan, Pemkot Bandarlampung akan menata jalur sepanjang Jl. Bukittinggi dan Jl. Pisang agar bersih dari PKL karena akan dipasangi lampu taman serta kursi untuk pengunjung supaya terlihat cantik dan rapi,” jelas dia.

“Hari ini Batas terakhir mereka berdagang di Jl. Bukittinggi, jadi kita masih memberikan toleransi kepada mereka, besok harus bersih dari PKL karena sudah kita sepakati hari ini tidak lagi berjualan, sesuai instruksi Walikota Bandarlampung pemkot ingin menata semua jalan yang diisi pedagang untuk menjadi lebih cantik dan rapi,” jelas dia

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandarlampung Suhardi Syamsi mengungkapkan, pihaknya menurunkan puluhan anggotanya untuk mengamankan rencana penertiban pedagang kaki lima di sepanjang Jl. Bukittinggi dengan persuasif dan Humanis.

“Kita tidak ingin ada bentrokan antara pedagang dan petugas,” kata Suhardi Syamsi.(*/mlo)

Pos terkait