Puluhan Warga Pekon Gunungsugih Dikerahkan Buka Akses Jalan 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Di zaman modern saat ini, budaya gotong royong sering kali ditinggalkan. Namun hal itu sepertinya tidak berlaku untuk masyarakat Pekon Gunungsugih, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat.  

Dimana, pada Rabu (15/7), di komandoi Peratin Gunungsugih Muhammad Efendi, masyarakat setempat melaksanakan bergotong royong dengan membuka badan jalan sepanjang 523 x 4 Meter yang bakal dijadikan jalan usaha tani.

Bacaan Lainnya


Muhammad Efendi mengatakan, pembukaan badan jalan di wilayah Pemangku Klutum tepatnya di Atar Tungkuk tersebut dibuka dalam rangka menunjang kegiatan usaha tani. Usai dibuka nanti, peningkatan badan jalan akan diusulkan dalam program APBD.

“Kegiatan gotong royong yang kita laksanakan bersama masyarakat ini hanya sebatas pembukaan badan jalan. Selanjutnya untuk peningkatan akan kita ajukan ke Pemkab, mengingat besaran anggaran tidak dapat tercover dalam program dana desa,” terang dia.

Dengan dibukanya jalan ini nanti, pihaknya berharap berharap dapat selain memperlancar akses masyarakat dalam bertani dan berkebun juga dapat menunjang kelancaran akses masyarakat umum, mengingat jalan tersebut merupakan jalan lingkar pekon.

“Tentunya dengan dibukanya akses ini yang paling penting dapat mempermudah masyarakat berkreativitas mengeluarkan hasil pertanian maupun perkebunan sehingga dapat meningkatkan roda perekonomian,” paparnya.

Sementara itu, Andi salah seorang warga setempat mengatakan dengan terbukanya jalan tersebut diharapkan Pekon Gunungsugih akan jauh lebih berkembang kedepannya, apalagi selama ini wilayah tersebut cukup terisolir lantaran belum adanya akses yang memadai. 

“Kiranya kedepan Pemkab Lambar dapat meningkatkan status jalan tersebut, paling tidak ada pengerasan jalan,” harapnya.

Lebih jauh, ia mengapresiasi kinerja pemerintah Pekon Gunungsugih yang telah banyak melakukan terobosan-terobosan, baik dari segi pembangunan infrastruktur maupun kesadaran masyarakat. 

“Terbukti dengan adanya gotong royong masyarakat yang secara sadar mau ikut membangun jalan lingkar usaha tani tersebut, hal ini sudah jarang,” pungkasnya.(edi/mlo)


Pos terkait