Puncak Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Laksanakan Catur Brata Penyepian

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Hari ini, Minggu (14/3) umat Hindu termasuk di Kabupaten Pringsewu melakukan Catur Brata Penyepian/Meditasi. Yakni dengan amati geni (matikan api baik api kemarahan, api kedengkian, dan api kompor). Kemudian amati Lelungan (tidak bepergian) Amati Karya (tidak bekerja) dan Amati Lelanguan (tidak menyalakan HP, televisi, radio dan Musik musik lainnya).

“Ini dilaksanakan setelah beberapa rangkaian sebelumnya,” terang Ketua PHDI Kabupaten Pringsewu Misino yang diwakili Sekretaris Sabha Walaka Anton Subagiyo, SH.

Bacaan Lainnya

Kemudian, Senin (15/3) akan dilaksanakan upacara Ngembak Geni yaitu upacara persembahyangan dengan memohon tirta amerta.

“Semoga kembali ke ajaran suci Dharma kebenaran di tahun saka 1943, dengan saling memaafkan dengan keluarga, umat Hindu lainya,” jelas Anton.

Sementara itu rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943 telah yang dilakukan sebelumnya sesuai Edaran Parisada Hindu Dharma Pusat, Provinsi dan Kabupaten dalam rangka memutus penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), dimulai dengan upacara sederhana.

Diantaranya Upacara Melasti (penyucian diri) yang sebelum pandemi dipusatkan di Pura Tri Dharma Yoga di Panggungrejo kecamatan Sukoharjo kabupaten Pringsewu, kini dilakukan di pura masing-masing.

Lanjutnya, umat Hindu melakukan persembahyangan memohon kesucian lahir maupun batin, serta menyucikan pratime, persenjataan dewata nawa sanga, dan peralatan perlengkapan Pur.

Hal ini telah dilaksanakan 11, 12 Maret lalu di pura Masing-masing. “Pesertanya juga dibatasi,” ungkapnya.

Rangkaian selanjutnya yakni upacara pengobor obor/Tawur Agung pada tanggal 13 tilem kesanga dengan melaksanakan upacara Buta Yadnya/tawur agung kesanga.

“Tujuannya guna membersihkan Buana Agung Buana Alit dilaksanakan pukul 17.00-20.45 WIB agar semua mahluk hidup terhindar dari mara bahaya terutama virus corona,” beber Sekretaris PHDI Pringsewu Sabha Walaka Anton Subagiyo.(sag/mlo)


Pos terkait