Puncak Kemarau Diperkirakan Agustus-September, Masyarakat Diminta Lakukan Antisipasi 

  • Whatsapp
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lambar Maidar, S.H, M.Si

Medialampung.co.id – Prakiraan cuaca kemarau di Provinsi Lampung akan terjadi pada April-Juni tahun 2021 dan  untuk Kabupaten Lambar diperkirakan pada dasarian III pada Mei  47,49 Zom (zona musim).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPKD) Maidar, S.H, M.Si mengungkapkan, berdasarkan laporan buletin dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Pesawaran bahwa prakiraan musim kemarau  di Kabupaten Lambar diperkirakan pada dasarian III Mei 2021 Zom (zona musim) 47,49  terutama Kecamatan Balikbukit, Bandarnegeri Suoh, Kecamatan Batubrak, Kecamatan Lumbokseminung, Kecamatan Sukau dan Kecamatan Suoh. 

Bacaan Lainnya


“Untuk puncak kemarau di Kabupaten Lambar diperkirakan pada bulan Agustus dan September,” kata Maidar di Ruang Kerjanya, Kamis (15/4)

Ia menjelaskan,  untuk musim kemarau di bulan Agustus berdasarkan 6  Zom (43 persen dari 55 Zom) dan September 8 Zom (57 persen dari 62  Zom).  Adapun puncak musim kemarau pada bulan Agustus di Kabupaten Lambar  khususya sebagian di Kecamatan Airhitam,  Kecamatan Batuketulis, Kecamatan Belalau, Kecamatan Gedungsurian,  Kecamatan Kebuntebu, Kecamatan Pagardewa, Kecamatan Sekincau, Kecamatan Sumberjaya dan Kecamatan Waytenong. 

Sementara untuk puncak kemarau pada September sebagian di Kecamatan Balikbukit, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Kecamatan Batubrak, Kecamatan Lumbokseminung, Kecamatan Sukau dan Kecamatan Suoh. 

“Dengan kita mengetahui prakiraan cuaca ini maka dihimbau masyarakat untuk melakukan antisipasi, misalnya di sektor pertanian maka petani diharapkan untuk mengantisipasi musim tanam serta untuk ketersediaan air bersih dari PDAM, serta sektor transportasi dan lainnya,” kata dia 

Seraya menambahkan, untuk antisipasi musim kemarau, masyarakat juga dihimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah secara sembarangan karena rentan terjadi kebakaran. “Jadi kita lebih baik melakukan antisipasi sejak dini,” pungkas dia. (lus/mlo)




Pos terkait