Pusaran Masalah Bansos Pangan, Lina: Dinsos Penuh Dusta

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Rapat Dengar Pendapat (RPD) DPRD Lampung Barat dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), terkait masalah laporan kinerja pencegahan Coronavirus Disease (Covid-19) yang digelar di ruang sidang Marghasana DPRD setempat Kamis (25/6) berjalan alot. 

Anggota DPRD Lambar Lina Marlina dengan lantang menyebut Dinas Sosial (Dinsos) penuh dusta dalam menjawab sejumlah pertanyaan yang disampaikan sejumlah anggota dewan, terkait dengan proses perencanaan hingga proses pengadaan Bansos pangan berupa 350 ton beras dan 140.000 ikan kaleng kemasan yang sejak beberapa waktu terakhir heboh diperbincangkan. 

Bacaan Lainnya



Politisi Demokrat tersebut juga mempersoalkan, banyak beras rusak yang diganti beras dengan kualitas putih tapi begitu dimasak berasnya bau dan tidak layak untuk dikonsumsi. 

“Baunya sama dengan beras Raskin. Saya punya pengalaman dengan tetangga jauh sebelum covid, apakah ada indikasi beras yang dibagikan itu beras raskin? berdasarkan tanda-tanda dan rasa yang sama dengan Raskin,” ujarnya. 

Menanggapi jawaban Dinsos sebelumnya terkait dengan pagu anggaran untuk beras sebesar Rp14.000,- dimana Dinsos mengaku sebelumnya telah melakukan survey harga dan disimpulkan rata-rata harga beras di Lambar Rp11.000- Rp12.500 per kilogram. 

“Disebutkan bulan April survey dengan harga beras Rp11.000 hingga Rp12.500 per kilogram sebagai dasar penganggaran Rp14.000 per kilogram pada Bansos tersebut, dan perlu diketahui saya tukang beras, tidak ada harga beras seperti itu harga termahal Rp10.000 kualitas bagus, jadi Dinsos ini jangan penuh dusta,” kata dia. 

Sementara Kepala Dinsos Lambar Edi Yusuf  mengungkapkan, dianggarkannya Rp14. 000 per kilogram tersebut termasuk untuk pajak 11 persen dan 1,5 persen.  Kemudian penetapan harga sesuai pagu yang ditetapkan sebelumnya telah dilakukan survey mulai dari Pekon Kembahang Kecamatan Batubrak hingga Pekon Tanjungraya Kecamatan Sukau. (nop/mlo)



Pos terkait