Puskesmas BNS Cegah Stunting Melalui Program Gempita

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Berbagai upaya terus dilakukan Puskesmas Bandarnegeri Suoh (BNS) kabupaten Lampung Barat, dalam rangka mencegah bayi stunting. Salah satunya melalui program Gerakan Masyarakat Peduli Tingkatkan Asi (Gempita).

Kepala Puskesmas BNS Saimin, SKM, M.Kes., mengungkapkan, program Gempita sejak tahun 2018 lalu dipusatkan di Pekon Bandaragung. Dalam program tersebut, pihaknya melakukan kunjungan ke ibu hamil, dan memberikan penyuluhan serta memantau perkembangan dari bayi hingga enam bulan.

Bacaan Lainnya



“Kami lakukan penyuluhan dan turun langsung menemui ibu hamil, memberikan penyuluhan kepada mereka agar saat melahirkan mereka menggunakan ASI ekslusif hingga umur enam bulan, setelah itu  baru diberikan makanan tambahan. Untuk sasarannya baru satu pekon, namun kedepan akan berkembang ke kecamatan lainnya,” ujarnya.

Tahun 2019 lalu, kata dia,  capaian program tersebut mencapai 70 persen dari target yang ditetapkan, dan para keluarga diberikan bingkisan serta sertifikat lulus asi. Harapannya itu bisa memberikan motivasi kepada pekon-pekon lainnya.

“Harapan kami sebenarnya bisa mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan, tetapi   ada beberapa kendala seperti melahirkan melalui operasi caisar, dan juga kesadaran dari masyarakat itu sendiri, dan untuk tahun ini semoga capaian bisa terus meningkat,” kata dia.

Lebih lanjut Saimin mengungkapkan, asi mengandung zat gizi yang lengkap diantaranya karbohidrat, protein, multi vitamin dan mineral secara lengkap yang mudah diserap secara sempurna dan sama sekali tidak mengganggu fungsi ginjal bayi yang sangat lemah. ASI merupakan cairan hidup karena mengandung sel darah putih, zat kekebalan, enzim, hormon, dan protein yang cocok untuk bayi.

“Pada bayi usia 0-6 bulan, Ibu bisa memberikan asi eklusif, berikan ASI yang pertama keluar dan berwarna kekuningan (kolostrum), jangan pernah memberikan makanan atau minuman selain ASI, dan susui bayi paling sedikit delapan kali sehari. Pemberian makanan atau minuman selain ASI sebelum 6 bulan dapat mengurangi produksi ASI, meningkatkan risiko infeksi, alergi,” kata dia.

Kemudian, memasuki usia 6 bulan bayi perlu mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Air Susu Ibu terus diberikan semau bayi, siang maupun malam. ASI tetap merupakan makanan paling penting sampai bayi berusia dua tahun.

“Waktu memberi makanan bayi usia antara 6-12 bulan, selalu berikan ASI terlebih dahulu sebelum memberikan makanan lain. Setelah berusia 6 bulan, bayi harus mendapatkan kapsul vitamin A. Berikan imunisasi dasar lengkap pada bayi. Pantaulah pertumbuhan balita di Posyandu terdekat. Lakukan perilaku hidup sehat dan bersih,” pungkasnya.(nop/mlo)



Pos terkait