Puskesmas Gunung Labuhan Siap Bantu Pelaksanaan Pilkada

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Puskesmas Gunung Labuhan Kabupaten Waykanan memastikan kesiapannya dalam membantu pelaksanaan Pilkada dengan Protokol Kesehatan sebagaimana yang diharuskan.

Hal itu disampaikan oleh Sopian Kepala Puskesmas setempat menyikapi harapan masyarakat akan keamanan kesehatan saat pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang.

Bacaan Lainnya



Sopian mengatakan, pada penyelenggaraan pilkada Waykanan mendatang akan sangat beresiko terjadi penularan Covid-19, maka dari itu pihak UPT Puskesmas Gunung Labuhan memastikan kesiapannya dalam persiapan pengamanan kesehatan masyarakat.

“Harapannya warga tidak perlu lagi khawatir dan datang berbondong-bondong ke TPS untuk ikut menyumbangkaan suara mereka pada pilkada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Waykanan Tahun 2020,” ujar Sopian.

Namun demikian, lanjut Sopian, pihaknya masih menunggu hasil Rapat koordinasi dengan Unsur Pimpinan Kecamatan setempat, termasuk PPK maupun Bawaslu Kecamatan, 

“Pokoknya demi kelancaran, kenyamanan dan keamanan pelaksanaan Pilkada Waykanan mendatang, selagi itu sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Kami di Puskesmas, kami siap,” tegas Sopian.

Adapun pernyataan kesiapan tersebut, tentu tidak luput dari tupoksi Puskesmas itu sendiri yang merupakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pada umumnya.

Terpisah Hi. Romli S.Pdi, Tokoh masyarakat Gunung Labuhan yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Waykanan menyayangkan sikap masyarakat yang masih abai dengan Protokol Kesehatan, yang telah ditentukan oleh Pemerintah, dan mendukung sepenuhnya penerapan sanksi oleh pihak yang berkompeten kepada para pelanggar, 

“Saya dengar tadi Kapolres, Dandim dan beberapa pihak lain melakukan penyuluhan dan edukasi di Pasar Km 2 Blambangan Umpu, itu baik sekali, minggu depan kalau masih ada yang melanggar menurut saya langsung saja diberi tindakan atau sanksi sosial, sehingga dapat memberi efek jera bagi pelanggar pelanggar itu,” ujar Hi. Romli.

Harapan para pemangku kebijakan di Waykanan tersebut tampaknya akan menjadi sia-sia, karena begitu Kapolres, Dandim dan anggotanya pulang, hampir semua pedagang yang berjualan di pasar Km 2 Blambangan Umpu itu kembali membuka masker mereka dengan alasan sulit bernapas.(wk1/mlo)



Pos terkait