Puskesmas Kebuntebu Lakukan Fogging, Terkait Penemuan Kasus DBD di Purajaya

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Inap, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) bersama petugas babinsa melakukan pengasapan (Fogging) pembunuhan jentik nyamuk aedes aegepty di pemukiman warga Pemangku Krajan I, Pekon Purajaya.

Kepala Puskesmas Hendri Saputra, S.Kep., menyebutkan dilakukan pengasapan tersebut sebagai langkah pencegahan perkembangan nyamuk Aedes Aigepty, yang menyebabkan ‘tergigit’ mengalami sakit  Demam Berdarah Dengue (DBD).

Bacaan Lainnya



Dan telah terjadinya satu kasus DBD warga di Pemangku Krajan I tersebut. “Dari hasil penyelidikan Efidemiologi ditemukan jentik Aedes Aigepty, oleh sebab itu diberikannya penanganan pengasapan ini,” ungkap Hendri

Sementara pasien terjangkit DBD sudah dirujuk ke Rumah Sakit Media Insasi, Kecamatan Bukitkemuning, Kabupaten Lampung Utara (Lampura)  sesuai harapan pihak keluarga, dan dari rumah tersebut kembali dirujuk ke Bandar Lampung.

Pihaknya imbau warga terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan melakukan 3M Plus, Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain, Menutup, adalah menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya dan Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

“Proses diketahuinya seorang kena DBD dari gigitan nyamuk aedes aegepty secara teori selama Dua minggu, dengan ciri demam tinggi, ruam pada permukaan kulit, mimisan dan tormbodi menurun,” ujarnya.

Sejak 2020 ini di Kecamatan Kebuntebu telah terjadi tiga kasus DBD namun Dua diantaranya terjadi gigitan nyamuk dari luar wilayah lambar. “Saat ini kondisi sudah sehat,” tandasnya. (ius/mlo)



Pos terkait