Puskesmas Pajarbulan Laksanakan BIAS 

  • Whatsapp
Kepala Puskesmas Pajarbulan Yeti Susanti memimpin langsung kegiatan BIAS ke beberapa SD yang tersebar di kecamatan Waytenong

Medialampung.co.id – Seiring mulai diterapkannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, tingkat SD, SMP/sederajat, pasca diberlakukannya belajar online selama kurang lebih enam bulan akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

Pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) puskesmas juga langsung menggiatkan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), seperti di Kecamatan Waytenong, secara bergilir tim puskesmas mengunjungi sekolah untuk melaksanakan kegiatan tersebut. 

Bacaan Lainnya



Kepala Puskesmas Yeti Susanti, S.St, M.Kes., mengatakan, BIAS dilaksanakan di bulan Agustus. Tujuan pelaksanaannya adalah pengendalian penyakit Campak dalam jangka panjang melalui Imunisasi Campak pada anak sekolah dengan sasaran anak kelas 1 SD/sederajat.

“Penyakit Campak adalah penyakit yang sangat berbahaya untuk anak karena sering disertai komplikasi bronchopneumonia yang banyak menyebabkan kematian pada anak,” ungkapnya.

Dimana bahaya penyakit Campak adalah panas tinggi, radang mulut dan tenggorokan, diare, radang otak, gizi memburuk, radang paru. Cara penularannya secara kontak langsung dan melalui pernapasan penderita. 

“Siswa yang terkena campak sebaiknya tidak diizinkan sekolah sampai sembuh agar tidak terjadi penularan ke teman-temannya. Dan untuk pencegahannya adalah dengan pemberian imunisasi Campak,” ujarnya

Dijelaskan Yeti, BIAS di Puskesmas Pajarbulan dilaksanakan Dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Agustus pemberian imunisasi campak pada anak kelas Satu dan November untuk pemberian imunisasi DT pada anak kelas I, TT pada anak kelas II dan III.

Adapun jumlah sasaran SD dan MI diwilayah Puskesmas Fajar bulan sebanyak 27 SD/MI.

“Karena itu bagi anak yang tidak sekolah saat pelaksanaan BIAS agar diajak ke Puskesmas untuk mendapatkan imunisasi,” ajaknya.

Sedangkan untuk anak yang sakit pemberian imunisasi ditunda dan bila sudah sembuh agar diajak ke Puskesmas untuk diimunisasi. Dan di new normal ini dilakukan tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.

Pada kegiatan BIAS di SDN 1 Pajarbulan, guru dan pihak puskesmas dibuat repot, karena setelah mengikuti BIAS salah satu siswa baru kelas I mendadak pingsan. Namun setelah diberikan pengobatan kembali sembuh, dan dikonfirmasi orang tua ke pihak sekolah, ternyata sang anak memang sering mengalami pingsan. (rin/mlo)



Pos terkait