Puting Beliung Rusak Sejumlah Rumah Warga Kecamatan Panjang

  • Whatsapp
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandarlampung, Sutarno

Medialampung.co.id – Terjangan angin puting beliung yang melanda Kecamatan Panjang, Bandarlampung, pada Rabu (4/8) malam mengakibatkan lima rumah warga di depan Terminal Panjang rusak pada bagian pada bagian atapnya, dan satu unit mobil taksi online tertimpa baliho serta warung pedagang kecil di depan terminal pun tidak luput dari sapuan puting beliung.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandarlampung, Sutarno mengatakan bahwa selain berdampak pada rumah warga, satu pohon di depan Kantor Kecamatan Panjang juga ikut tumbang.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian materil bagi warga yang terdampak. Juga kejadian di perkirakan pukul 22.00 Wib.

Sementara Kepala Stasiun Stasiun Meteorologi Maritim Lampung mengatakan, pihaknya mengaku di saat kejadian dirinya berada di tempat durasinya kejadian sangat singkat sekitar 3-5 menit. 

“Iya sebetulnya saat kejadian saya ada di situ dan angin puting beliung tidak lama durasinya sekitar 3-5 menit,” singkatnya pada Kamis (5/8). 

Ia menghimbau masyarakat agar tetap waspada, lantaran puting beliung atau waterspout akan sering terjadi terutama di masa peralihan atau pancaroba seperti sekarang.

“saya mengimbau seluruh masyarakat Bandarlampung khususnya di wilayah Panjang agar jangan panik, namun tetap selalu waspada. Karena adanya perubahan cuaca yang cerah panas dan terik tiba-tiba menjadi dingin dan gelap. Karena ini berpotensi akan adanya kejadian angin kencang atau puting beliung dan hujan lebat,” ungkapnya

Dilihat dari yang terjadi, fenomena tersebut merupakan waterspout/puting beliung, dengan karakteristik fenomena waterspout adalah kejadiannya bersifat lokal dan terjadi dalam periode waktu yang singkat, serta umumnya sekitar kurang lebih 10 menit.

Selanjutnya lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari.

“Kemudian hanya muncul dari sistem awan Cumulonimbus (CB), tapi tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena waterspout, dan terakhir kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama dalam waktu yang dekat,” tutupnya. (ion/mlo)


Pos terkait