Radar Lampung TV Sabet Rekor MURI

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Menindaklanjuti raihan Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang meraih Rekor MURI yakni Diseminasi Hasil Penelitian, dengan durasi waktu terlama dan berkesinambungan melalui media televisi selama 4 tahun.

Radar Lampung Televisi sebagai media pendukung Fakultas Pertanian yang melakukan Diseminasi Hasil Penelitian secara berkesinambungan terlama selama empat tahun, Penyerahan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia untuk Radar TV dilakukan oleh Senior Manager Muri, Yusuf Ngadri.

“Radar Lampung TV layak mendapatkan Rekor MURI ini, karena setelah kami teliti ini baru yang pertama dilakukan oleh media televisi bersama Fakultas Pertanian secara berkesinambungan dan terlama selama 4 Tahun,” ujar Yusuf Ngadri.

Sementara itu Dekan Fakultas Pertanian Unila Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si menyampaikan apresiasi atas kerjasama Fakultas Pertanian Unila dengan Radar Lampung TV khususnya dalam diseminasi Hasil penelitian di media televisi.

“Terima kasih Radar Lampung TV semoga kedepan kerjasama dalam membangun informasi bagi petani di provinsi Lampung terus berkelanjutan” ungkapnya.

Piagam Penghargaan Rekor MURI yang ditandatangani langsung Founder Museum Rekor Dunia Indonesia Jaya Suprana ini menambah prestasi Radar Lampung tv sebagai media televisi terdepan di provinsi Lampung, setelah sejumlah prestasi sebelumnya seperti tiga kategori KPID Award.

Sebagai satu-satunya televisi lokal yang sudah mengantongi sertifikat Dewan Pers, radar Lampung TV akan terus menyajikan program siaran terbaik untuk masyarakat Lampung.

Direktur Radar Lampung TV, H. Adi Kurniawan, SH., MM menyampaikan terima kasih kepada Universitas Lampung khususnya Fakultas Pertanian yang sudah memberikan kepercayaan kepada Radar Lampung TV sebagai media publikasi hasil penelitian di bidang Pertanian.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Unila terkhusus Fakultas Pertanian atas kepercayaannya dan kerjasamanya selama ini, ini juga tidak lepas dari kerja keras Tim dan dukungan masyarakat Provinsi Lampung,” ujar pria yang akrab disapa kak adi ini. (*/mlo)



Pos terkait