Raih Adipura, Tapi Tumpukan Sampah Dimana-mana

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kebanggan masyarakat Waykanan akan keberhasilan Bumi Ramik Ragom meraih predikat Adipura, berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan, dimana saat ini sampah malah menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat apalagi memasuki musim penghujan karena menumpuk di pasar dan bahkan di dekat lingkungan sekolah yang semestinya steril dari sampah.

“Pada debat publik calon Bupati Waykanan 2020 yang dilaksanakan pada 21 Oktober yang lalu, dengan bangga Bupati Waykanan Raden Adipati Surya sempat membahas Adipura yang diraih pada tahun 2018, untuk Kategori Kota Kecil, dan memperoleh sertifikat pada tahun 2019, namun kenyataannya hingga kini di Waykanan masih banyak tumpukan sampah yang tidak teratasi sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” ujar Oja, warga Kecamatan Gunung Labuhan.

Bacaan Lainnya


Mirisnya lagi, lanjut Oja, bahwa ternyata banyak tumpukan sampah di lingkungan sekolah yang sebenarnya sangat mengganggu, hanya saja karena kegiatan belajar siswa-siswinya belum tatap muka jadi belum begitu terasa.

“Setelah terbit di Medialampung.co.id tentang adanya tumpukan sampah di depan pasar Baradatu, ada warga yang SMS saya kalau di belakang SMA Gunung Labuhan juga menumpuk sampah yang entah dari mana asalnya dan mulai menimbulkan bau tidak sedap, saat kami cek ternyata informasi itu bukan hoax tetapi kenyataan adanya. Padahal sebenarnya belum terlalu lama masyarakat melakukan gotong royong membersihkan sampah di Kampung ini dan di Kampung Negeri Ulu Sungkai, ini apa ada yang sengaja menjadikan Gunung Labuhan sebagai tempat buang sampah ataukah memang warganya yang tidak antipati dengan kemungkinan adanya warga luar membuang sampah di Kampung mereka,” ujar Oja. 

Akan tetapi, lanjut Oja, melihat tumpukan sampah yang ada belakang Gedung SMA tersebut, menjadi keniscayaan bila yang membuang sampah adalah orang luar Kabupaten karena lokasinya yang melalui rumah warga.

Terpisah, camat Kecamatan Gunung Labuhan Radiyus Oktorisa, SSTP, yang dikonfirmasi menyatakan dirinya belum mengetahui akan adanya tumpukan sampah tersebut, 

“Dimana itu? Kampung apa?” tanyanya melalui pesan whatsapp.

“Pasti akan kita tindak lanjuti,” tegas Radiyus.

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Waykanan Dwi Handoyo Retno, SE., MM., menerangkan bahwa untuk pengelolaan sampah ada kepengurusan tersendiri dan bukan lagi menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup. (wk1/mlo)




Pos terkait