Rakor Covid-19 di Wisata Megalitik, Camat Kebuntebu Tekankan Pentingnya Koordinasi 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat melaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Covid-19, bertempat di destinasi wisata purbakala megalitik, Pekon Purawiwitan Kamis (29/7). 

Dalam rakor yang dipimpin Camat Ernawati, S.E., dihadiri seluruh Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) Kebuntebu, Kepada Dinas, Instansi, Kecamatan Kebuntebu, seluruh Peratin, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan, penyuluh agama, perawat pekon dan semua yang terlibat dalam perwakilan satgas pekon. 

Bacaan Lainnya

Disampaikan Erna kegiatan sengaja dihelat di tempat terbuka, supaya berada dalam sirkulasi udara segar. “Sambil rakor, kami juga menghirup udara segar, yang tujuannya menambah imun dan ngecas iman karena pada kegiaatan itu diselipkan tausiah yang disampaikan ketua MUI,” katanya.

Dilanjutkannya, Dalam rakor tersebut diantaranya penyampaian kepada semua peserta terkait instruksi Gubernur Lampung tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Tiga. 

Serta mengevaluasi kegiatan penanganan Covid-19 yang telah dilaksanakan selama ini, diantara membahas jika ada kendala dan bermusyawarah bagaimana solusinya. 

Dan menyatukan persepsi, langkah antara ulama dan umaroh serta semua unsur dalam mencegah penyebaran virus corona. “Dalam hal ini saya menitik beratkan tentang kebersamaan persepsi. Karena dalam penanganan Covid-19 memang harus bersama atau tidak dapat dijalankan sendiri-sendiri,” jelasnya

Sehingga kata Erna, dalam penanganan virus corona yang melanda selama dua tahun ini perlunya komunikasi dan koordinasi yang baik antar sesama.

“Alhamdulilah di Kecamatan Kebuntebu khususnya tidak ada kendala dalam pencegahan maupun penanganan virus corona. Dan harapan bersama jangan sampai ada masalah,” pintanya.

Dan salah satu komitmen yang dihasilkan dalam rakor itu, setiap pekon dianjurkan mempersiapkan satu set alat pemulasaran dan pemakaman, agar ketika ada kejadian luar biasa, semua sudah siap. 

Sebagai bentuk pendukung dalam pengoptimalan peran dan fungsi satgas pekon pengawasan kegiatan dimasyarakat yang aplikasinya dilakukan bersama satgas kecamatan. 

Sementara dalam tausiah yang disampaikan Ketua MUI Kecamatan Kebuntebu KH. Aceng Banani, bahwa untuk menghadapi pandemi ini memang harus secara. Bersama-sama dan tidak bisa ditinjau dari sudut dunia saja tapi dari sudut agama juga jangan sampai ‘kita’ terkena fitnah diakhir zaman. (r1n/mlo)


Pos terkait