RAPBD Pesbar Tahun Anggaran 2021 Disetujui

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pejabat sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) Ir. Achmad Chrisna Putra, M.E.P., menghadiri rapat paripurna persetujuan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Pesbar tahun Anggaran 2021 di ruang rapat gedung DPRD Pesbar, Senin (30/11).

Dalam kesempatan itu, Chrisna—sapaan Achmad Chrisna Putra, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD Pesbar dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Pesbar. Kerjasama dan koordinasi sebagai mitra yang setara dalam penyelenggaraan pembangunan daerah yang terus terpelihara, menjadi harapan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan agenda pembangunan, begitu juga pembahasan RAPBD Kabupaten Pesbar tahun anggaran 2021 yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat Kabupaten setempat. 

Bacaan Lainnya

“Dalam RAPBD Pesbar tahun anggaran 2021 telah tersusun pada struktur APBD yang terdiri dari pendapatan, belanja dan pembiayaan. Hal itu dalam rangka mengakomodir kepentingan pelayanan terhadap masyarakat,” katanya.

Dijelaskannya, dari berbagai catatan pertanyaan serta koreksi yang disampaikan oleh anggota DPRD Pesbar, baik pada penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi dan pada saat hearing pembahasan antara badan anggaran legislatif dengan tim anggaran pemerintah daerah serta satuan kerja perangkat daerah tentang keterkaitan antara aspek belanja dengan indikator dan tolok ukur kinerja dari kegiatan yang akan dilaksanakan, itu semua telah dilakukan pembahasan secara transparan dan akuntabel dalam suasana saling memahami  tugas dan fungsi kedua lembaga.

“Hal ini terbukti dengan telah disetujuinya RAPBD Kabupaten Pesbar tahun anggaran 2021 dalam paripurna ini,” jelasnya.

Ditambahkannya, RAPBD tahun anggaran 2021, akan disampaikan ke Gubernur Lampung untuk dievaluasi serta mendapat persetujuan. Dalam evaluasi disarankan ikut hadir bersama-sama tim anggaran pemerintah daerah dan badan anggaran legislatif DPRD Kabupaten Pesbar, sehingga apa yang menjadi catatan-catatan dan rekomendasi dalam evaluasi itu dapat dipahami dan ditindaklanjuti untuk penyempurnaan bersama.

“Kita juga mengingatkan seluruh kepala OPD sebagai pengelola penerimaan daerah agar dapat mengupayakan intensifikasi dan ekstensifikasi seluruh sumber-sumber pendapatan,” ungkapnya.

Sehingga, kata dia, dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Sebagai pelaksanaan dari peraturan daerah tentang APBD Kabupaten Pesbar tahun anggaran 2021, khususnya dalam pengeluaran anggaran belanja, kiranya selalu berpedoman kepada prinsip efektif, efisien dan ekonomis serta ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Anggaran yang disiapkan dalam APBD adalah anggaran maksimal, oleh karenanya dalam pelaksanaan belanja hendaknya mengedepankan kedisiplinan kita semua terhadap pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah,” pungkasnya.

Diketahui, dalam ringkasan RAPBD Kabupaten Pesbar tahun anggaran 2021 tersebut antara lain pendapatan asli daerah sebesar Rp16 miliar lebih, dana perimbangan sebesar Rp780 miliar lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp56 miliar lebih sehingga total pendapatan sebesar Rp853 miliar lebih.

Sedangkan, pada belanja yakni belanja tidak langsung sebesar Rp419 miliar lebih, belanja langsung sebesar Rp436 miliar lebih dan jumlah belanja sebesar Rp855 miliar lebih. Dengan defisit sebesar Rp2,5 miliar.

Selain itu untuk pembiayaan daerah yakni penerimaan pembiayaan daerah sisa lebih penghitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp10 miliar, pengeluaran pembiayaan daerah penyertaan modal daerah sebesar Rp7,5 miliar dan pembiayaan netto sebesar Rp2,5 miliar sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenan Rp0,-.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait