Rasio Desa Berlistrik di Lambar Capai 98,5 Persen

  • Whatsapp
Kasubbag SDA, Energi dan Air Setdakab Lambar Hendra Kurniawan

Medialampung.co.id – Hingga tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lampung Barat tahun 2017-2020, jumlah pekon/desa yang teraliri listrik di Kabupaten Lambar sudah mencapai 122 pekon sedangkan sembilan pekon belum teraliri listrik (data dalam RPJMD).

“Jadi dari 131 pekon di Kabupaten Lambar sesuai dengan data dalam RPJMD ada sembilan pekon yang belum teraliri listrik,” ujar Kasubbag SDA, Energi dan Air Hendra Kurniawan mendampingi Kabag Sumberdaya Alam (SDA) Setdakab Lambar Eric Enrico, S.Hut, M.T. 

Bacaan Lainnya



Sedangkan menurut pihak PT. PLN (Persero), lanjut Hendra,  bahwa pekon/desa yang belum teraliri listrik adalah Pekon Sidorejo dan Pekon Roworejo Kecamatan Suoh.

Untuk tujuh pekon lain yaitu Pekon Pancur Mas, Pekon Heniarong dan Pekon Ujung Rembun Kecamatan Lumbokseminung,  Pekon Batu Api dan Pekon Sidodadi Kecamatan Pagardewa, Pekon Atarkuwau Kecamatan Batuketulis,  Pekon Sukamakmur Kecamatan Belalau dianggap oleh PT. PLN (Persero) sudah terpenuhi dari listrik non PLN. 

“Sehingga tahun 2019,  Rasio Desa Berlistrik (RD) yang terlayani oleh listrik PLN di Kabupaten Lambar sejumlah 93,4 %, tetapi jika mengacu pada listrik PLN dan non-PLN maka RD Lampung Barat sejumlah 98,5 %,” ungkap dia.

Lebih jauh dia mengatakan, kemudian untuk rasio elektrifikasi (RE), berdasarkan data PLN, RE Lampung Barat sejumlah 97,7 %. Salah satu penyebab masih rendahnya RE di Kabupaten Lambar karena formula perhitungan RE hanya berdasarkan jaringan yang dimiliki oleh PLN tanpa mempertimbangkan jaringan listrik non-PLN (Off Grid).

“Hal ini menyebabkan walaupun RD Lampung Barat sudah tinggi yaitu 98,5 % namun RE masih rendah yaitu 79,7 %. Oleh karena itu Kabupaten Lambar masuk daerah prioritas (zona merah) oleh PLN,” kata dia.

Terkait soal listrik di Kabupaten Lambar, Pemkab Lambar melalui Bagian SDA telah mengirimkan surat kepada Manager PT. PLN (Persero) perihal permintaan data dan permohonan pembangunan jaringan listrik seperti jumlah konsumen/pelanggan PLN di Kabupaten Lambar sampai dengan tahun 2020 di Kabupaten Lambar, rencana penambahan (Roadmap) PT. PLN (Persero) lima tahun kedepan, pekon/pemangku yang belum teraliri jaringan listrik PLN, serta permohonan pembangunan jaringan listrik. 

“Jadi untuk data terkait listrik PLN di Kabupaten Lambar kita masih menunggu data dari mereka,” pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait