Ratusan Warga Serbu Pembangunan Masjid Al-Wustho Sukaraja

Medialampung.co.id – Ratusan warga tergabung dari Tujuh pemangku, Pekon Sukaraja, Kecamatan Waytenong, Kabupaten Lampung Barat dibantu warga pekon tetangga Padangtambak dan Sukananti serbu pembangunan tempat ibadah (masjid) Al-Wustho, Rabu (1/12).

Seperti diketahui, tahun ini masyarakat Pekon Sukaraja melakukan pembangunan tempat ibadah yang pelaksanaan pengerjaannya dilakukan secara swadaya, serta diberikan kegiatan gotong royong secara rutin.

Bacaan Lainnya


Disampaikan Peratin Sukaraja Guswadi gotong-royong yang dilaksanakan Rabu ini, terlaksana berdasarkan kesepakatan bersama masyarakat, karena tahap pembangunan masjid tersebut sudah memasuki pengecoran dak bagian atas bangunan. 

“Karena dalam pengecoran dak ini sebisa mungkin dilaksanakan tidak boleh diputus untuk kekokohan bangunan maka seluruh masyarakat sepakat terjun bergotong-royong menyelesaikannya,” terangnya.

Pada kesempatan itu Guswadi merasa senang, lantaran dari awal pembangunan sampai saat ini sudah lebih dari 50% tidak ada kendala bahkan sedekah dari berbagai macam donatur terus masuk baik yang ada di pekon Kabupaten Lampung Barat maupun saudara-saudara yang tinggal di perantauan banyak yang sumbang material bangunan.

Ia juga tidak ketinggalan menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada warga masyarakat yang selama ini terus mendukung penuh pengerjaan pembangunan masjid tersebut.

“Semoga dalam pengerjaan masjid ini, sampai selesainya nanti berjalan lancar seperti sekarang in karena pembangunannya sudah lama dinantikan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dalam menjalankan ibadah,” imbuhnya.

Sementara itu imam masjid yang sekaligus tokoh agama Pekon Sukaraja Usnan Tohir mengatakan, masjid Al-Wustho ini adalah masjid tertua di Kecamatan Waytenong.

Dimana sebelumnya masjid itu dinamakan masjid Al-Taqwa, namun dengan diadakan musyawarah kemufakatan bersama akhirnya diganti dengan nama Al-Wustho yang artinya pertengahan.

Di tempat yang sama ditambahkan ketua LHP Samsul Edwar kegiatan gotong royong merupakan tradisi yang terus terjaga di Pekon tersebut. “Alhamdulillah melalui kegiatan gotong royong yang sudah menjadi tradisi masyarakat Sukaraja semua warga dapat berperan membantu apa yang menjadi hajat pekon baik formal maupun nonformal seperti saat ini gotong royong di bidang keagamaan yakni pembangunan masjid,” jelasnya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas solidaritas yang terbangun antara pemerintahan Pekon dengan masyarakat sehingga dapat membawa Pekon Sukaraja meraih apa yang menjadi harapan bersama. (r1n/mlo)


Pos terkait