Razia Sering Bocor, Satgas Covid-19 Ubah Pola Menjadi Dadakan 

  • Whatsapp
Kepala Satpol PP Bandarlampung, Suhardi Syamsi,

Medialampung.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandarlampung berupaya mengantisipasi bocornya informasi setiap razia protokol kesehatan Covid-19 di tempat-tempat hiburan malam sehingga tidak dapat menemukan kerumunan.

Kepala Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, saat apel gabungan Tim Satgas di halaman Gedung Wanita pada Rabu (31/3) lalu sempat menyinggung adanya kebocoran informasi sebelum tim satgas razia di tempat hiburan malam. 

Bacaan Lainnya



Kapolresta Bandarlampung Kombes Yan Budi Jaya berjanji akan mengusut dugaan bocornya informasi razia tersebut.pada saat apel bersama Tim Satgas Covid.

Kepala Satpol PP Bandarlampung, Suhardi Syamsi, mengatakan jika Tim Patroli Satgas Covid-19 terdiri dari berbagai instansi yang ada di dalamnya.

Tim Satgas terdiri dari unsur TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dinas Perizinan, Bagian Hukum, Diskominfo.

“Jadi tidak mungkin juga kita bisa mendeteksi tapi kita bisa mengantisipasi sebelum kita mulai melakukan razia,” kata Suhardi.

Upaya antisipasi bocornya informasi razia protokol kesehatan, khususnya di instansi yang dia pimpin, dilakukan dengan memberitahukan giat penertiban secara mendadak.tanpa memberitahukan kepada anggotanya 

“Setiap ada pergerakan tim untuk melakukan penertiban, sifatnya kita buat dadakan, informasinya dadakan,” tambahnya 

Ia juga menambahkan kepada jajaran Satpol PP dengan menekankan bahwa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah kewajiban setiap orang.

“Sikap Pol PP jelas, ini sudah kewajiban untuk membackup penuh pemerintah daerah,” jelasnya 

Sejak pemerintah menetapkan wabah Covid-19 sebagai bencana nasional non alam pada 14 Maret 2020, setiap dinas atau instansi berkewajiban membackup secara penuh dalam hal pelaksanaan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” bebernya 

Hal ini sesuai dengan UU No.24/2007 tentang Penanggulangan Bencana.Dan kita melaksanakan perintah pimpinan tentunya sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tandasnya.(*/mlo)




Pos terkait