Realisasi Fisik DAK Pertanian Capai 75 Persen

  • Whatsapp
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Barat Melakukan Peninjauan Pembangunan Embung di Pekon Muarajaya Kecamatan Kebun Tebu, dan Pekon Buaynyerupa Kecamatan Sukau. - Foto Doc

Medialampung.co.id – Realisasi kegiatan fisik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pertanian tahun 2019 di Kabupaten Lambar telah mencapai 75 persen. Hal itu berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) di lapangan belum lama ini.

“Untuk kegiatan fisik sudah 75 persen dan kita berharap sebelum akhir tahun telah terealisasi 100 persen,” ungkap Kasi Lahan dan Irigasi Ferdi Nitiarga mendampingi Kepala DTPH Yedi Ruhyadi, S.P di Ruang Kerjanya, Senin (30/9).

Bacaan Lainnya


Dipaparkannya, pemerintah daerah memanfaatkan DAK tahun 2019 ini untuk pembangunan DAM parit, jalan usaha produksi, embung serta irigasi pompa. Untuk pembangunan DAM parit dilaksanakan di Pekon Turgak, pekon Bumiagung Kecamatan Belalau, serta Pekon Suoh dan Pekon Bumi Hantatai Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS). Lalu jalan usaha produksi dilaksanakan di Pekon Bumi Hantatai Kecamatan BNS, sedangkan embung dibangun di lima lokasi yakni Pekon Bunyerupa Kecamatan Sukau, Pekon Pagardewa Kecamatan Sukau, Pekon Muarajaya I dan Pekon Muarajaya II Kecamatan Kebuntebu, serta Pekon Sumberagung Kecamatan Suoh. “Kalau untuk irigasi pompa kita fokuskan di Kecamatan BNS tepatnya di Pekon Srimulyo, Pekon Trimekarjaya dan Pekon Tanjungsari,” ucapnya.

Pihaknya berharap dengan adanya pembangunan jalan usaha tani maka akan mempermudah akses petani untuk menuju lahan pertaniannya serta menjual hasil pertanian.  Begitu juga dengan kegiatan rehabilitasi irigasi dan embung  tersebut diharapkan produksi pertanian khususnya padi di Kabupaten Lambar akan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Untuk pembangunan DAM parit, jalan usaha tani, irigasi pompa dan embung dilakukan swakelola oleh kelompok tani di pekon setempat,” tutupnya. (lus/mlo)



Pos terkait