Rehabilitasi Jalan Sepanjang 1 Km di Negara Batin Diduga Proyek Siluman

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Masyarakat  Kecamatan Negara Batin Kabupaten Waykanan, mempertanyakan pelaksanaan rehabilitasi jalan di tanah kelahiran Gubernur Lampung tersebut, karena sama sekali tidak terlihat adanya plang proyek atau papan informasi.

“Kalau informasinya proyek ini proyek provinsi yang berasal dari APBD P tahun 2020, akan tetapi yang sebenarnya kami tidak tahu, karena sama sekali tidak memiliki papan informasi, dan bahkan pelaksana lapangan proyek yang bernama Gunawan pun tidak mau membuka mulut tentang siapa pemilik proyek, maupun berapa nilainya, atau berapa lama pengerjaannya,  jadi kalau begini sama saja dengan proyek siluman,” ujar Edi, warga setempat.

Bacaan Lainnya


Pernyataan Edi dibenarkan oleh Dalton, hanya saja menurut Dalton hasil konfirmasinya dengan Firman yang mengaku pegawai Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung bahwa proyek tersebut benar proyek Provinsi berasal dari APBD P tahun 2020 dengan panjang 1000 Meter.

“Menurut Firman, plang proyek tersebut pernah dipasang saat akan dikunjungi oleh Bupati Waykanan, akan tetapi setelah Bupati Waykanan meninggalkan lokasi papan informasi itu dicopot kembali, padahal masyarakat sangat membutuhkan papan informasi itu untuk ikut mengawasi karena pengerjaan jalan yang menjadi penghubung antara Waykanan dan Kabupaten Tulang Bawang, malu kita kalau dikerjakan asal asalan,” ujar Dalton.

Berdasarkan pantauan Wartawan media ini, di sepanjang lokasi pengerjaan proyek jalan yang menghubungkan Kabupaten Waykanan dengan Tulang Bawang tersebut memang sama sekali tidak ada tanda tanda informasi, sehingga masyarakat sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik pekerjaan tersebut dan berapa nilainya .

Mirisnya proyek tanpa papan informasi kerap terjadi hampir di semua proyek provinsi yang dilaksanakan di Waykanan, Padahal seharusnya pelaksanaan pembangunan diharuskan memasang Plang Proyek atau Papan informasi, dengan tujuan agar masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan pada pelaksanaannya mengingat masih minimnya tenaga Pengawas pembangunan di Lampung.(wk1/mlo)




Pos terkait