Rektor Unila Panen Perdana Melon di Kebun Agrowisata Unila

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., bersama jajaran pimpinan dan pejabat teras Universitas Lampung panen perdana buah melon di Kebun Agrowisata Unila Gedungmeneng, Rabu (2/9).

Panen perdana buah melon itu sekaligus Grand Launching Kebun Agrowisata Universitas Lampung.

Bacaan Lainnya



Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi Universitas Lampung khususnya penelitian dan pengembangan serta bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Kebun Agrowisata Melon Universitas Lampung terselenggara berkat kerja sama antara Badan Pengelola Usaha Unila dan Kelompok Tani Barokah Kresna dengan menanam berbagai varietas melon seperti melon golden, melon honey dan melon rock di lahan Unila yang semula kurang produktif seluas +1 hektar.

Konsep Agrowisata dipilih dkarena tingginya potensi wisata di Provinsi Lampung pasca selesainya pembangunan jalan tol ruas Bakauheni-Palembang yang memudahkan arus wisatawan keluar masuk ke Lampung.

Kebun Agrowisata Unila dibuka untuk umum terhitung mulai tanggal 02 September 2020 sampai dengan selesai masa panen.

Pengunjung dapat menikmati keindahan kebun melon dan berselfie ria, merasakan sensasi memetik buah melon dan merasakan manisnya berbagai macam varietas melon cukup dengan membayar tiket masuk yang relatif terjangkau.

Kebun ini diharapkan juga dapat berfungsi sebagai wahana edukasi dan penelitian tanaman hortikultura bagi kalangan perguruan tinggi maupun sekolah umum lainnya.

“Kebun Agrowisata Melon Unila merupakan salah satu bentuk dukungan Unila terhadap Program Petani Berjaya Pemprov Lampung” Ujarnya

Lanjutnya, Hadirnya kebun ini diharapkan dapat makin mendorong perkembangan sektor pertanian di Provinsi Lampung khususnya tanaman hortikultura menjadi peluang usaha yang mempunyai nilai keekonomian yang tinggi.

Sementara selaku petani melon di kebun Agrowisata Unila, Sarirogo mengaku bangga dengan suksesnya acara tersebut, dan sesuai dengan yang direncanakan.

Untuk pencapaian tergolong sedang, juga bertujuan untuk mengedukasi, dengan harapan akan banyak mahasiswa yang mau bercocok tanam, dan yang pertama kali di kota bandarlampung. (ion/mlo)



Pos terkait