Relawan Covid-19 Tingkat Pekon Segera Diaktifkan Lagi

  • Whatsapp
Kepala DPMP Lambar Ronggur L Tobing didampingi Kabid Pembangunan Pekon Pathan memimpin langsung rakor penetapan EPP.

Medialampung.co.id – Meningkatnya kasus terkonfirmasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat, membuat pemkab setempat mengambil langkah pencegahan skala mikro, yakni pencegahan yang dimulai dari tingkat bawah yakni pekon.

Dengan demikian, relawan Covid-19 pekon yang sebelumnya telah dibubarkan karena kondisi sempat membaik akan diaktifkan kembali. 

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon (DPMP) Lambar Ronggur L Tobing, SIP., mengungkapkan, surat edaran untuk pengaktifan kembali tim relawan pekon, yang ditujukan kepada seluruh camat di kabupaten setempat telah dipersiapkan. 

“Kemungkinan hari Senin mendatang surat yang berisikan agar menyampaikan kepada seluruh peratin untuk mengaktifkan kembali relawan pekon akan disampaikan kepada seluruh camat,” ungkap Ronggur Jum’at (18/9). 

Dikatakannya, relawan Covid-19 di tingkat pekon tersebut akan melaksanakan tugas sebagaimana diatur pada surat edaran sebelumnya. Yakni bertanggungjawab mengawasi keluar masuknya warga, dan akan lebih diperketat, warga yang masuk harus melapor 1×24 jam sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di kabupaten setempat. 

“Jadi mereka sudah tahu tugas pokok dan fungsinya, yakni mengawasi dan mendata keluar masuknya warga di masing-masing pekon. Setiap hari mereka harus menyampaikan laporan kepada camat dan juga kepada puskesmas, ada atau tidaknya sehingga nantinya akan lebih terpantau, dan jika ada warga yang baru datang dari luar daerah maka mereka akan mengarahkan untuk melakukan isolasi mandiri dan juga pemeriksaan kepada petugas kesehatan, begitu juga ketika ada warga yang hendak keluar maka mereka mendata, mulai dari identitas, tujuan dan berapa hari, sehingga saat kepulangan mereka juga bisa terpantau,” ujarnya. 

Lebih lanjut Ruspel mengungkapkan, terkait dengan posko Covid-19 di tingkat pekon saat ini masih dilakukan pengkajian pihaknya, karena itu menyangkut anggaran. Hanya saja pihaknya juga memandang perlu adanya posko, sehingga relawan pekon bisa lebih maksimal dalam melaksanakan tugas.

“Kita juga masih menunggu gugus tugas apalah akan membentuk posko di perbatasan atau tidak, dan ketika memang diharuskan untuk membentuk posko di tingkat pekon nantinya tentu akan kami bahas lebih lanjut, karena tentunya itu membutuhkan anggaran,” pungkasnya. (nop/ml)


Pos terkait