Reses Aleg Fraksi Demokrat Terima Keluhan Masyarakat Soal Listrik 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Penataan jaringan listrik PT PLN Persero yang dilontarkan mayoritas konstituen kepada DPRD Kabupaten Lampung Barat (Lambar) pada agenda reses akhir tahun yang dihelat selama sepekan.

Adalah Anggota Legislatif (Aleg) dari Fraksi Demokrat, yakni Ketua I DPRD Lambar H Sutikno, dan Lina Marlina, yang menyapa warga di tiga kecamatan yakni Pagardewa, Waytenong dan Sekincau masuk Daerah Pilih (Dapil) III berhasil merangkum keluhan masalah listrik tersebut. 

Bacaan Lainnya

Lina Marlina menyebutkan pada reses ketiga 2020, untuk dapil tersebut aleg menyepakati melaksanakan reses secara perorangan. 

Dan untuk Fraksi Demokrat khususnya. Memaksimalkan waktu reses untuk mengunjungi konstituen di semua kecamatan di Dapil III, dengan menggelar tatap muka bersama masyarakat (warga) agenda menyerap jaring aspirasi masyarakat (jaring asmara). 

Seperti di Kecamatan Waytenong kegiatan reses dipusatkan Pekon Karangagung, di Kecamatan Pagardewa kunjungan dipusatkan Pekon Sukamulya dan Mekarsari, serta di Kecamatan Sekincau di Pekon Pampangan dan Giham Sukamaju. 

Dijelaskannya, secara keseluruhan, warga mengeluhkan tentang listrik. Dimana masih banyak terjadi di pemukiman, kabel Kilowatt Hour Meter (KWh) yang dipasang bukan dari kabel utama di tiang listrik melainkan dari rumah ke rumah. 

Atas kondisi itu, masyarakat meminta pihak PLN melakukan upaya terutama di pemukiman yang kondisi jaringannya masih semrawut.

“Pertama warga minta penambahan tiang listrik agar penyambungan langsung dari tiang, kedua penambahan gardu untuk memaksimalkan jaringan listrik,” ungkapnya. 

Dalam hal itu Lina Marlina memberikan tanggapan, DPRD Lambar siap menjembatani keluhan itu walaupun, kendati terkendala komunikasi dan koordinasi dengan pihak PLN yang statusnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Akan tetapi sebagai bentuk komitmen dalam menyampaikan harapan warga, Fraksi Demokrat Lambar akan berkoordinasi dengan rekan aleg dari partai lainnya.

“Yang pasti harapan dan permintaan DPRD Lambar, apa yang menjadi harapan warga, karena dengan keluhan yang masuk jelas sekali PLN diuntungkan sementara konsumen tetap membayar. Sedangkan bahaya seperti korsleting, yang akan menimbulkan kebakaran atau bentuk lainnya rentan, faktor penyambungan tidak maksimal alias semrawut,” tandasnya. (rin/mlo)


Pos terkait