Respon Kabel Semrawut Tanpa Tiang, PLN Segera Tinjau Lokasi 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pihak Managemen PT PLN Rayon Liwa langsung memberikan respon terkait kondisi jaringan listrik di Pekon Manggarai, Kecamatan Airhitam, Kabupaten Lampung Barat yang nampak semrawut akibat tidak adanya tiang permanen yang menyangga kabel penghantar arus listrik di wilayah tersebut.

Manager PT PLN Rayon Liwa Ari Setiawan mengatakan, pihaknya akan segera menurunkan petugas untuk mengecek lokasi sebagai dasar untuk segera diusulkan pada unit layanan pelanggan (ULP) PLN Cabang Kotabumi.

Bacaan Lainnya


“Secepatnya akan kami cek ke lokasi, dan untuk pemerintah pekon kami minta segera membuat surat resmi atau usulan yang akan menjadi dasar untuk kami ajukan ke PLN Kotabumi,” terangnya. 

Sementara, disinggung soal banyaknya ditemukan jaringan listrik yang nampak semrawut tanpa adanya tiang penyangga permanen di sejumlah wilayah di lambar, pihaknya tidak menampik kondisi itu. 

“Ya, di beberapa lokasi memang ditemukan jaringan tanpa tiang dan indikasinya karena lokasi itu sebetulnya belum ada jaringan listrik tapi para pelanggan mempunyai keinginan yang besar untuk mendapatkan aliran listrik sehingga menyebabkan mereka menarik dari jaringan terdekat walaupun jaraknya jauh,” kata dia. 

Kendati begitu, pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap, karena dalam pembangunan jaringan membutuhkan anggaran.

“Persoalan jaringan tanpa tiang ini tetap menjadi fokus kami untuk kedepan, karena semua ada tahapannya terutama untuk kesiapan anggaran,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Masyarakat Pekon Manggarai, Kecamatan Airhitam, Kabupaten Lampung Barat meminta PT PLN Rayon Liwa memasang tiang kabel jaringan listrik di wilayah setempat mengingat terus bertambahnya pelanggan seiring pertumbuhan penduduk dan perluasan pemukiman.

Meski telah beberapa kali harapan itu disampaikan masyarakat setempat, namun belum ada tanda-tanda dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menunaikan kewajiban pemasangan tiang yang mana sudah lebih 10 tahun jaringan listrik masuk daerah tersebut.

Pantauan media ini di pekon tersebut, kabel penghantar arus listrik bertegangan 220 Volt itu masih melintang semrawut, seperti disangga di atas pepohonan maupun menggunakan bambu.

Kondisi itu bukan saja tak elok dipandang mata, tapi juga cukup membahayakan karena tidak memenuhi standar kelayakan dan keamanan. “Kondisi itu sudah terjadi sejak pertama jaringan listrik PLN masuk di pekon ini,” ungkap Yono, salah satu warga setempat. 

Sementara terkait pembayaran bulanan pihaknya menyebutkan tak ubahnya dengan pelanggan di tempat lain. Bahkan tidak sedikit KWh yang sudah sistem pulsa. Artinya jika tidak bayar atau tidak isi token maka akan diputus atau mati secara otomatis. 

“Mestinya PLN beri keringanan kepada kami di Pekon Manggarai ini, toh listrik kami sampai saat ini tiangnya belum dipasang, sementara saat bayar dulu sudah poll sama dengan wilayah lainnya,” keluhnya.(edi/rin/mlo)




Pos terkait