Ribuan Hewan Ternak di Lambar Terserang Penyakit

  • Whatsapp
Kepala Disbunnak Agustanto Basmar, S.P, M.Si,

Medialampung.co.id – Penyakit yang menyerang hewan juga menjadi perhatian pemerintah, salah satunya hewan ternak. Berdasarkan data di Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar,  hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam, domba, anjing, kelinci,  kucing dan kera yang terkena penyakit mencapai ribuan.

“Hingga September 2020, jumlah hewan ternak yang terserang penyakit di Kabupaten Lambar mencapai 4.145 ekor. Paling banyak  ternak yang terserang penyakit adalah kambing dan sapi,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Agustanto Basmar, S.P, M.Si.

Bacaan Lainnya



Ia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, jumlah hewan ternak yang terserang penyakit Scabies sebanyak 995 ekor, rinciannya kambing 682 ekor, sapi lima ekor, anjing 113 ekor, kucing 124 ekor, kelinci 61 ekor dan domba 10 ekor. Kemudian penyakit cacingan sebanyak 1.268 ekor yaitu sapi 340 ekor, kambing 747 ekor, anjing 116 ekor, kucing 59 ekor dan domba enam ekor. 

Lalu penyakit luka/abses sebanyak 302 ekor meliputi sapi 25 ekor, kambing 10 ekor, anjing 117 ekor, kucing 40 ekor, ayam 89 ekor, dan kelinci 21 ekor. Penyakit diare sebanyak 252 ekor meliputi sapi 21 ekor, kambing 147 ekor, anjing 16 ekor, kucing 58 ekor, kelinci sembilan ekor dan satu ekor kera.

Selanjutnya penyakit Pink Eyes sebanyak 277 ekor terdiri dari sapi 34 ekor, kambing 169 ekor, anjing 22 ekor dan dan kucing 52 ekor. Sedangkan sisanya penyakit Mastitis. Portul, CRD, Kembung, Pneumonia, Demam, BEF, FUS, defisiensi, gangguan pencernaan dan Snot.

“Kalau dibandingkan dengan tahun 2019, jumlah hewan ternak yang terserang penyakit tahun ini mengalami penurunan. Dimana tahun 2019 jumlah hewan ternak yang terserang penyakit mencapai 4.224 ekor,” pungkas dia seraya menambahkan, apabila dibandingkan jumlah populasi hewan ternak yang ada di Kabupaten Lambar, jumlah hewan ternak yang terserang penyakit tahun ini hanya sekitar 1 persen.

Terkait hewan ternak yang terserang penyakit tersebut, lanjut Agustanto,  pihaknya telah melakukan penanganan melalui pengobatan massal, pelayanan oleh Puskeswan dan oleh Paramedik Veteriner yang dihubungi para peternak.

“Melalui data penyakit tersebut, kami bisa menentukan jenis-jenis obat obatan yang akan dibeli dan langkah strategi penyuluhan untuk tindakan pencegahan,” pungkas Agustanto. (lus/mlo)



Pos terkait