Riwayat 2 PDP Corona Meninggal Dunia

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana menjelaskan terkait penambahan dua orang yang meninggal dunia dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Kamis (23/4).

PDP pertama seorang laki-laki berusia 25 tahun beralamat di Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran. Riwayat menjadi karyawan salah satu perusahaan perakitan mobil di Kabupaten Batam, Kepulauan Riau. 20 Maret pasien pulang ke Lampung dengan transportasi udara, kemudian tanggal 22 Maret kembali bekerja ke Batam.

Bacaan Lainnya



Tanggal 30 Maret pasien pulang kembali ke Lampung, dan 18 April pasien masuk ke Rumah Sakit Pesawaran sekitar pukul 22.00 WIB atas rujukan salah satu puskesmas daerah setempat dengan keluhan batuk, sesak dan demam.

Hasil pemeriksaan petugas Rumah Sakit Umum Pesawaran, pasien menderita Tuberkulosis paru-paru dan HIV . Hasil rapid tes dinyatakan negatif dan dikategorikan PDP. Tanggal 20 April kondisi pasien melemah, rencananya akan dirujuk ke rumah sakit di Bandarlampung, tapi pasien menolak kemudian 22 April sekitar pukul 17.00 pasien meninggal dunia.

Kemudian PDP kedua seorang pria berusia 75 tahun, beralamat di Kabupaten Pesisir Barat. Pada tanggal 16 April pasien menderita batuk dan demam. Riwayatnya pernah berkontak dengan orang asing dari Bekasi.

Pada 17 April pasien berobat dan diagnosa flu dan batuk. Lalu tanggal 20 April pasien berobat kembali dengan dokter berbeda dan diagnosa batuk alergi.

Tanggal 22 April berobat kembali ke di Rumah Sakit Daerah Muhamad Tohir dengan keluhan yang sama, kemudian pasien di screening dengan hasil positif. Kondisi pasien semakin memburuk, dan sekitar pukul 23.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia.

Untuk kasus penambahan positif Covid-19, pertama seorang laki-laki umur 22 tahun beralamatkan di Bandarlampung yang saat ini melakukan isolasi mandiri. Kedua, juga seorang pria usia 46 tahun asal Bandarlampung dan saat ini tengah isolasi di rumah sakit.

Kemudian ketiga, seorang laki-laki usia 46 tahun asal Bandarlampung dan saat ini menjalani isolasi mandiri. Pasien keempat seorang pria 23 tahun beralamatkan di Bandarlampung, juga tengah menjalani isolasi mandiri.

Selanjutnya pria 40 tahun juga asal Bandarlampung, melakukan isolasi mandiri. Berikutnya, laki-laki 49 tahun dari Lampung Selatan, sedang isolasi mandiri.

Pasien ke tujuh seorang pria usia 49 dan kedelapan pria 42 tahun. Keduanya asal Lampung Selatan menjalani isolasi mandiri.

Pasien ke sembilan, pria 33 tahun dari Lampung Utara sedang melakukan isolasi mandiri. Dan ke sepuluh laki-laki 39 juga melakukan isolasi mandiri.

“Untuk pemulangan jenazah pasien yang meninggal, dilakukan secara penanganan jenazah Covid-19, mengikuti aturan yang telah tetapkan,” imbuhnya. (ded/mlo)



Pos terkait