Rowo Rejo Belum Merasakan Kemerdekaan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pekon Roworejo Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan. Menyandang predikat pekon tertinggal, berbagai ketimpangan masih dirasakan  oleh masyarakat setempat.

Kardi tokoh masyarakat Rowo Rejo mengatakan, masyarakat setempat sangat berharap masuknya listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan itu diharapkan masyarakat sejak puluhan tahun lalu yang hingga saat ini tidak kunjung terealisasi.

Bacaan Lainnya



“Ribuan masyarakat kami sangat mendambakan listrik PLN, kapan akan masuk ke Rowo Rejo ini, karena sudah puluhan tahun kami mendambakannya,” ungkap Kardi dihadapan Bupati Lambar Parosil Mabsus dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Musrenbang tingkat kecamatan setempat, yang dipusatkan di Pekon Roworejo Selasa (18/2).

Selain itu, masalah infrastruktur jalan khususnya jalan utama yang merupakan jalan milik provinsi yang hingga kini belum juga tersentuh pembangunan, karena itu pihaknya sangat berhara pembangunan bisa segera dilakukan.

“Kondisi jalan kami begitu parah pak, jadi kapan akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi dan Pemkab Lambar sehingga kami bisa nyaman dalam berkendara,” kata dia.

Selain itu, ia juga menyampaikan terkait dengan masalah keamanan, dimana masyarakat setempat kerap menjadi korban begal saat melintasi jalur Suoh-Tanggamus.

Sehingga perlunya upaya serius dari semua pihak dalam menjamin keamanan masyarakat. “Kasian masyarakat pak, sering dibegal di jalur Suoh -Tanggamus,” ujarnya.

Dibidang pertanian ia juga mengeluhkan dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Meskipun menurutnya petani sudah membentuk kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan).

“Kemudian masalah teror gajah, yang saat ini sudah berada di blok tiga masuk wilayah Tanggamus, sebentar lagi masuk wilayah Lambar, ini harus menjadi perhatian bersama. Kemudian kami juga berharap adanya upaya pemerintah dalam menstabilkan harga jual hasil bumi, yang saat ini belum menguntungkan petani,” pungkasnya. (nop/mlo)



Pos terkait