RSUDAU Dapat Pinjaman 27 Tabung Oksigen

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU) Lampung Barat mendapatkan pinjaman sebanyak 27 tabung oksigen.

Didapatkannya pinjaman 27 tabung oksigen tersebut tentunya akan sangat membantu pihak rumah sakit dalam rangka penanganan pasien, mengingat ketersediaan oksigen menjadi salah satu kendala bagi rumah sakit plat merah tersebut dalam memberikan pelayanan kepada pasien terkonfirmasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Bacaan Lainnya

Direktur RSUDAU dr. Iman Hendarman, Sp.A, M.Kes., mengungkapkapkan, 27 tabung tersebut merupakan pinjaman yang berasal dari anggota DPRD Lambar Heri Gunawan, ST., Direktur RSIA Bunda Yusmala Sari kemudian berasal dari Peratin Sidomulyo Kecamatan Pagardewa Sulistiyo.

”Alhamdulillah kami mendapatkan pinjaman 27 tabung oksigen, tentunya ini akan sangat membantu kami dalam menangani pasien, karena memang ketersediaan oksigen menjadi salah satu terpenting dalam penanganan pasien Covid-19, dank arena selama ini kami kesulitan untuk pemenuhan oksigen maka kami terpaksa menerapkan system waiting list (daftar tunggu) untuk pasien Covid-19,” ungkap Iman.

Dikatakannya, saat ini jumlah pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di rumah sakit setempat 26 orang pasien dan semuanya memiliki gejala yang sedang hingga berat dan tentunya sangat membutuhkan oksigen.

“Kalaupun memang masih ada yang hendak membantu tabung oksigen untuk pasien Covid-19 kami akan sangat berterimakasih, karena saat ini jumlah pasien yang masuk waiting list sudah cukup panjang, sehingga ketika ketersediaan oksigen sudah memungkinkan maka mereka (pasien) bisa langsung dirujuk ke rumah sakit,” kata dia.

“Saat ini kami merawat sebanyak 29 pasien terkonfirmasi Covid-19, rata-rata mereka mengalami gejala berat dan membutuhkan dosis oksigen yang tinggi, jika hanya membutuhkan satu atau dua liter per menit mungkin masih bisa kita menerima rujukan lagi,” ungkap Iman. 

Untuk satu pasien, kata dia, per harinya membutuhkan dua setengah hingga tiga tabung dengan kapasitas per tabungnya sekitar enam kubik. Sementara sejauh ini untuk pengambilan oksigen di Lampung Tengah itu antre panjang, karena hampir semua rumah sakit di Lampung ini membeli disana, ini membuat lamanya proses membawa oksigen ke Liwa. 

”Jadi sejak beberapa waktu lalu kami terpaksa menerapkan sistem waiting list. Pasien yang mendapatkan penanganan pertama di puskesmas menjalani perawatan terlebih dahulu di puskesmas. Ketika nantinya terdapat pasien yang sudah lagi memerlukan oksigen atau pulang maka pasien bisa dirujuk ke rumah sakit,” pungkasnya. (nop/mlo)


Pos terkait