RSUDAU Telah Berhasil Sembuhkan 338 Pasien Covid-19

  • Whatsapp
Direktur RSUD Alimuddin Umar dr. Iman Hendarman, Sp.A, M.Kes.

Medialampung.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU) Kabupaten Lampung Barat, dari bulan Januari hingga bulan Juli ini setidaknya menangani sebanyak 415 pasien terkonfirmasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

Dari total 415 pasien tersebut, sebanyak 338 dinyatakan sembuh, setelah sebelumnya harus menjalani penanganan intensif di isolasi, sementara itu sebanyak 71 pasien meninggal dunia dan tujuh pasien lainnya harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit di luar daerah. 

Bacaan Lainnya

Direktur RSUDAU dr. Iman Hendarman, Sp.A, M.Kes., mengungkapkan, 415 pasien yang ditangani tersebut rinciannya, pada bulan Januari sebanyak 59 pasien, delapan pasien diantaranya meninggal dunia dan 51 pasien sembuh, bulan Februari 53 pasien, 10 meninggal dunia, 43 pasien sembuh. 

Kemudian pada bulan Maret sebanyak 63 pasien, sebanyak empat pasien meninggal dunia dan 57 pasien sembuh, bulan April 37 pasien, empat meninggal dunia, 29 sembuh dan dua dirujuk. Selanjutnya bulan Mei 21 pasien, enam meninggal dan 16 sembuh. 

“Sempat mengalami penurunan pada bulan Mei, dan kembali meningkat pada bulan Juni dimana mencapai 63 pasien, sebanyak 12 pasien diantaranya meninggal dunia, dan sembuh sebanyak 50 pasien kemudian dua diantaranya dirujuk. Lalu peningkatan drastis pada bulan Juli ini dimana telah mencapai 119 pasien, 27 diantaranya meninggal dunia, 92 sembuh dan satu dirujuk,” ungkap Iman. 

Lebih lanjut Iman mengungkapkan, untuk pasien yang meninggal dunia itu semuanya dengan comorbid atau dengan penyakit penyerta, seperti diabetes, hipertensi, gagal jantung yang terkontrol sebelum terpapar Covid-19. 

“Jadi rata-rata pasien Covid-19 yang meninggal itu karena ada penyakit penyerta dan itu sudah terdeteksi sebelum mereka terpapar Covid-19,” bebernya. 

Sementara itu di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di kabupaten setempat, masalah ketersediaan oksigen masih menjadi kendala. Kemudian terkait ketersediaan obat-obatan masih tercukupi untuk kebutuhan pasien meskipun ketersediaannya terbatas. 

“Untuk jumlah pasien saat ini masih ada 29 pasien di ruang isolasi transisi maupun isolasi tekanan negatif, ketersediaan oksigen masih menjadi kendala kami untuk bisa menambah pasien, kalau untuk obat-obatan alhamdulillah cukup, meskipun ketersediaannya tidak sebanyak sebelumnya,” pungkas Iman. (nop/mlo)


Pos terkait