Ruang Isolasi Rusunawa Kalianda Penuh, Pemkab Lamsel Alihkan ke NBR

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Kesehatan Lampung Selatan (Lamsel) kewalahan terkait Banyaknya masyarakat yang melaksanakan perjalanan Mudik terkonfirmasi positif Covid-19.

Plt.Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Lamsel, Eka Riantinawati menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah menyiapkan ruang isolasi mandiri bagi pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Rusunawa Kalianda Lamsel.

Bacaan Lainnya


Namun, setelah seluruhnya terisi, masih ada warga yang melakukan perjalanan terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga dirinya kembali menyiapkan ruang isolasi mandiri.

“Awalnya kami siapkan ruang isolasi mandiri di Rusunawa Kalianda. Setelah berjalan, di rusunawa itu hanya bisa menampung 81 orang pasien Covid-19, tak lama berselang, ternyata masih ada lagi pasien yang positif. Karena di rusunawa sudah Full, Makanya kami siapkan lagi ruang isolasi mandiri dan ternyata yang layak di Negeri Baru Resort (NBR) Kalianda Lamsel,” ujarnya.

Dia melanjutkan, hingga saat ini, ada sekitar 115 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, mereka diisolasi mandiri di dua tempat yakni 81 orang di Rusunawa dan 34 orang di NBR.

“Dari 115 orang pasien Covid-19 itu, yang telah dirawat di RSUD Bob Bazar hanya satu orang. Dia bergejala sesak dikit jadi langsung dibawa ke RSUD Bob Bazar,” ucapnya.

Dia memperkirakan, kapasitas ruangan isolasi mandiri di Negeri Baru Resort Kalianda pun tidak akan mencukupi, mengingat puncak arus balik Lebaran 1442 Hijriah yang diprediksi akan terjadi pada Sabtu dan Minggu.

“Belum ada tempat lagi, kita rapatkan dahulu dengan Provinsi. Karena ini bukan hanya tanggung jawab Lamsel,” jelasnya.

Eka menjelaskan, mereka yang menjalankan isolasi mandiri, rata-rata merupakan warga di luar Lampung Selatan. Sebab, saat dalam perjalanan arus balik yang akan menyeberang ke pulau Jawa, mereka melakukan rapid test di pos-pos penjagaan.

“Itu kan kita ada lima pos penyekatan. Nah, kalau di Km 87, mereka di oper di Rumah Sakit Bandar Negara Husada. Tapi kalau mereka terkena pos penjagaan di Km 20 sampai pos Pelabuhan Bakauheni, mereka akan diisolasi mandiri di Kalianda (Rusunawa dan NBR). Jadi, yang menjalankan isolasi mandiri di Kalianda ini bukan hanya warga Lamsel saja, tapi juga warga di luar Lamsel,” ucapnya.

Menurut Eka, pihaknya menghadapi kendala dalam melaksanakan isolasi mandiri bagi warga yang menjalankan arus balik. Selain menyediakan ruang isolasi yang kurang, dirinya juga menyiapkan lokasi pendamping pasien.

“Jadi begini, ada pasien satu keluarga, suami istri terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan anaknya negatif. Nah, suami istri ini, kami lakukan isolasi mandiri, tapi anaknya juga harus kami perhatikan. Makanya kami menyiapkan tempat bagi keluarga pasien yang mendampinginya. Kami sudah siapkan tempat di Wisma Atlet bagi pasien pendamping,” bebernya.

Terkait biaya yang disediakan dalam isolasi mandiri bagi pasien Covid-19, sambung Eka, dikarenakan arus balik ini sifatnya peristiwa Nasional, anggarannya berasal dari pusat. Namun, sementara ini, untuk pasien yang berada di Rusunawa menggunakan anggaran Kabupaten. Sedangkan pasien di NBR menggunakan anggaran Provinsi.

“Tapi nanti berapa biaya yang kita keluarkan, kita klaim ke pusat. Kalau untuk pendamping pasien yang menginap di Wisma atlet, mereka menggunakan biaya sendiri. Kita tidak mengganggunya. Pemerintah hanya menanggung pasien yang menjalankan isolasi mandiri,” pungkasnya. (yud/mlo)




Pos terkait