Ruas Way Heni-Way Haru Akan Jadi Jalan Patroli

  • Whatsapp
Wakil Bupati Pesbar A. Zulqoini Syarif, S.H., meninjau ruas jalan utama ke Pekon Way Haru yang menghubungkan Pekon Bandar Dalam, Way Tiyas, dan Siring Gading yang menjadi wilayah terpencil di Kecamatan Bangkunat, Rabu (4/8)

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), telah mempersiapkan rencana kebutuhan anggaran untuk pembangunan ruas jalan patroli di Way Heni-Way Haru, Kecamatan Bangkunat. 

Hal itu, sebagai tindaklanjut  surat dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), tentang pemanfaatan jalan dan pemasangan jaringan listrik Desa 20 Kv di jalur Way Heni-Way Haru di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pesbar, Ir. Jalaludin, M.P., melalui Kabid Bina Marga, Andrian Sani, S.T, M.T., mengatakan,  rencana pembangunan jalan di wilayah Way Heni-Way Haru yang melintasi kawasan hutan TNBBS, meski sudah ada surat dari Kementerian LHK,tapi proses tahapannya masih cukup panjang.

“Karena dalam rencana pembangunan jalan patroli itu nanti akan ada proses Perjanjian Kerja Sama (PKS) kembali, antara Balai Besar TNBBS dengan Pemkab Pesbar,” katanya, Kamis (18/11).

Selain itu, kata dia, termasuk persyaratan atau proses tahapan lainnya. Sedangkan, dalam surat dari Ditjen KSDAE itu salah satu poinnya dijelaskan bahwa untuk kegiatan peningkatan kualitas jalan ruas Way Heni-Way Haru di TNBBS, dapat dilakukan dalam bentuk jalan patroli melalui pengerasan jalan dengan lebar badan jalan maksimal dua meter.

“Tapi jalan itu juga dapat dimanfaatkan untuk akses sehari-hari masyarakat di Pekon Sumberejo, Way Haru, Bandar Dalam, Siring Gading, dan Way Tiyas,” jelasnya.

Karena itu, kata dia, Pemkab Pesbar melalui DPUPR tetap berkoordinasi dengan semua pihak terkait, mengenai rencana pembangunan jalan patroli di jalur Way Heni-Way Haru yang melintasi kawasan hutan TNBBS. 

Meski dalam proses tahapannya masih cukup panjang, Pemkab setempat tetap berharap hal itu terealisasi meski hanya sebatas jalan patroli yang anggarannya sudah dipersiapkan di tahun 2022 mendatang.

“Kalau semua persyaratan atau tahapan untuk rencana pembangunan jalan patroli itu selesai dan tidak ada kendala, baru bisa dilaksanakan pengerjaan sesuai dengan surat dari Kementerian LHK itu,” tandasnya.(yan/d1n/mlo)

Pos terkait