Rugikan Negara Hingga Rp271 Juta Lebih, Peratin Sumber Agung Ditetapkan Tersangka

  • Whatsapp

Medialampung.co.id — Wawan Sori, Peratin Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), ditetapkan sebagai tersangka oleh Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Lampung Barat (Lambar) di Krui, Senin (15/11) sore.

Kacabjari Lambar di Krui, Christian, S.H, M.H., mengatakan WS merupakan peratin aktif ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Dana Desa (DD) tahun 2018 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp271.628.516,-, dari berbagai kegiatan di Pekon setempat.

Bacaan Lainnya

“Tersangka sementara ini kita tahan hingga 20 hari kedepan untuk menghadapi proses persidangan,” katanya.

Dijelaskannya, kasus dugaan korupsi dana desa tahun anggaran 2018 yang dilakukan oleh tersangka bervariasi mulai dari kegiatan hingga Surat Pertanggungjawaban (SPj) anggaran dana desa yang fiktif, kegiatan dalam APBDes tidak dibelanjakan, dan sebagainya yang menyebabkan kerugian Negara mencapai Rp271 juta lebih. Tapi, secara rinci untuk materi mengenai kasus dugaan tindak pidana korupsi itu ada di persidangan.

“Untuk tersangka lain, sementara ini belum ada. Tapi tidak menutup kemungkinan ada oknum atau pihak lain akan kita minta pertanggungjawabannya,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

“Ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara. Saat ini sesuai hasil pemeriksaan kesehatannya, tersangka dalam kondisi sehat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, WS saat dimintai keterangan mengatakan bahwa pihaknya hari ini ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dana desa. Diakuinya ini menjadi pelajaran bagi dirinya dan seluruh Peratin di-Kabupaten Pesbar. Bahkan, dia berkeyakinan masih banyak Peratin lainnya di Pesbar yang diduga melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan, 

“Yang jadi pertanyaan saya, mengapa yang lain belum ditetapkan sebagai tersangka, dan mengapa hanya saya sendiri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata dia singkat.(yan/d1n/mlo)

Pos terkait