Rumah Sejarah Lampung Gelar Malam Kebudayaan dan Reflexi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Rumah Daerah Swatantra Tingkat 1 (Daswati 1) yang beralamatkan di Jln. Tulangbawang, Kecamatan Enggal, Kota Bandarlampung menggelar acara malam kebudayaan dan reflexi dengan tema “Daswatiku Fiilku” tadi malam, Minggu (16/8).

Dalam acara tersebut dimeriahkan dengan pentas musik Lampung, pembacaan puisi, orasi ilmiah, stand up comedi, dialok refleksi 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia dilanjutkan doa bersama. 

Selain Bandarlampung, ikut dalam acara tersebut juga dari Kota Metro dan Lampung Tengah, budayawan senior termasuk Ali Pahalangka Barak, Isdedi, Edi Samudra Pertagama juga secara kelembagaan dari Metro, serta penggiat sejarah dari universitas yang ada di Lampung.

Ikut menyelamatkan Daswati merupakan sejarah dan menjadi saksi terbentuknya Provinsi Lampung semula digunakan sebagai lokasi pertemuan para panitia yang membahas kenaikan status daerah Lampung.

Yang belakangan ini, kembali ramai diperbincangkan tentang Rumah Daswati. Hal itu dikarenakan adanya pembuatan pagar beton di sekitar bangunan yang memiliki nilai sejarah itu.

Sementara selaku Peminat Sejarah dan Koordinator Penyelamat, Arman AZ mengatakan berharap pemerintah memberikan tindakan yang tepat agar dapat menyelamatkan sejarah lampung tersebut.  

Jubir Penyelamat Daswati EEN Riansyah saat diwawancara para awak media mengatakan, masih ada lagi sejarah Lampung selain dari Daswati yang harus diselamatkan. Salah satunya adalah mes gubernur, namun saat ini sudah rata dengan tanah dan dijadikan parkiran Lotus. 

Untuk menyelamatkan sejarah Lampung, harus bekerja sama dari semua para tokoh budaya, aktivis juga termasuk  dari media juga para lembaga dan para ormas yang ada di Lampung.

“Tidak hanya itu. Berdasarkan data dari pusat kajian institut budaya lampung tidak kurang dari 475 situs lokasi cagar budaya yang terlantar tidak dirawat yang harus diselamatkan,” imbuhnya. (ion/mlo)



Pos terkait