Rutan Krui Geledah Kamar Hunian, Hingga Tes Urine WBP

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Krui, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melaksanakan razia serentak di seluruh blok kamar hunian, sekaligus tes urine terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (18/11).

Kepala Rutan Kelas IIB Krui, M.Hendra Ibmansyah, S.H, M.H., melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Dadang Adi Patianum, S.H., mengatakan, kegiatan razia ataupun penggeledahan diseluruh kamar hunian ini dilaksanakan salah satunya sebagai upaya pencegahan peredaran handphone, pungli, dan narkoba. Kegiatan ini juga rutin dilaksanakan, seperti hari ini yang juga dilakukan secara serentak diseluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Provinsi Lampung.

Bacaan Lainnya

“Sesuai dengan perintah Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Lampung, maka kita di Rutan Kelas IIB Krui ini kembali menggelar razia, sekaligus tes urine seluruh WBP,” katanya.

Dijelaskannya, dalam kegiatan razia ini melibatkan seluruh pejabat struktural Rutan Kelas IIB Krui. Dengan dilaksanakan razia ini mudah-mudahan dapat meminimalisir barang-barang terlarang masuk ke dalam kamar hunian. Selain itu juga diharapkan keamanan dan ketertiban di dalam blok kamar hunian tetap terjaga dengan maksimal. 

Sedangkan dari hasil razia kali ini, petugas menemukan beberapa benda ataupun barang larangan berupa satu buah gelas stainles, dua buah kaleng botol, satu buah mangkok stainles, 14 buah korek gas, dua buah benang/tali, dan satu buah pena. 

“Kita tidak menemukan barang terlarang seperti handphone dan narkoba, semua barang temuan itu akan didata dan dimusnahkan,” jelasnya.

Sementara itu, masih kata dia, dalam pelaksanaan tes urine terhadap WBP itu dilakukan secara acak, bahkan bukan hanya WBP saja, melainkan petugas di dalam Rutan Kelas IIB Krui ini juga dilakukan tes urine, yang terdiri dari empat WBP dan satu orang petugas. Dari hasil tes urine itu semuanya dinyatakan negatif narkoba. 

Untuk diketahui, jumlah WBP di dalam Rutan Kelas IIB Krui saat ini tercatat sebanyak 209 orang, termasuk WBP Perempuan sebanyak delapan orang, dan WBP anak ada tiga orang.

“Karena itu, dalam kegiatan tes urine maupun razia ini nantinya juga akan tetap dilakukan secara berkala, baik melalui razia maupun inspeksi mendadak (sidak),” pungkasnya.(yan/mlo)

Pos terkait