Rutan Krui Usulkan 86 Napi Dapat Remisi Idul Fitri

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Sebanyak 86 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Krui, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) telah diusulkan mendapat remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia.

Kepala Rutan Kelas IIB Krui, M. Hendra Ibmansyah, S.H, M.H., melalui Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Dadang Adi Patianum, S.H., mengatakan bahwa WBP yang diusulkan untuk mendapat remisi khusus Hari Raya Idul Fitri itu merupakan narapidana (Napi) dari berbagai kasus seperti kasus pidana umum dan sebagainya yang telah memenuhi syarat.

Bacaan Lainnya

“Ada 86 WBP yang beragama islam itu telah memenuhi syarat, sehingga Rutan Kelas IIB Krui mengusulkan agar mendapat remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah,” kata dia, Minggu (2/5).

Dijelaskannya, remisi merupakan pengurangan menjalani masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah memenuhi syarat dalam ketentuan perundang-undangan. Sedangkan untuk besaran remisi kepada narapidana yang telah diusulkan itu tidak sama. Mudah-mudahan usulan remisi khusus bagi narapidana ke Kemenkumham RI itu semuanya terealisasi.

“Semua usulan remisi bagi narapidana itu masih menunggu Surat Keputusan (SK), karena usulan itu  belum tentu disetujui semua oleh Kemenkumham,” jelasnya.

Sehingga, lanjut dia, setelah diterbitkannya SK nanti maka baru bisa diketahui jumlah pasti narapidana yang mendapat remisi tersebut, baik besaran remisinya, maupun narapidana yang mendapat remisi bebas. Saat ini WBP Rutan Kelas IIB Krui juga masih over kapasitas, terhitung hingga hari ini untuk jumlah WBP tercatat sebanyak 177 orang. Sementara itu, terkait dengan rencana penyerahan remisi bagi narapidana itu akan dilaksanakan di Rutan Kelas IIB Krui saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah nanti.

“Penyerahan remisi biasanya dilaksanakan setelah pelaksanaan shalat Ied. Kita berharap bagi narapidana yang mendapat remisi khusus itu nanti bisa menjadi motivasi untuk mengubah perilaku dan perbuatannya menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait