Saat Beraksi, SS Beri Korban Obat Perangsang dan Iming-Iming Uang

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dalih akan memberikan santunan menjadi perangkap bagi SS untuk melancarkan aksinya berbuat cabul pada AP (10) dan ML (14).

Tak hanya itu, untuk memuluskan aksinya residivis tersebut juga berupaya memberikan obat perangsang pada kedua korban.

Bacaan Lainnya


Semua berawal pada Rabu (14/12) SS memanggil, kedua korban yang merupakan tetangganya ke rumahnya karena akan diberi santunan. Ketika kedua korban datang, dia menyuguhkan minuman bersoda dan kapsul berwarna merah putih yang diduga obat perangsang.

Namun pada korban, pelaku mengatakan bila kapsul itu adalah vitamin. 

“AP percaya dan langsung meminum obat kapsul sedangkan ML hanya meminum sprite saja dan berpura pura meminum obat kapsul yang diberikan,” beber Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Atang Samsuri, SH, mewakili kapolres pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK.

SS yang diduga memiliki penyimpangan seksual kemudian menyuruh kedua korban untuk mandi dengan dalih untuk mengajari korban cara mandi wajib. Setelah selesai mandi kemudian memfoto korban dengan HP sambil menawarkan mau di tutup matanya atau diikat tangannya. 

“Korban disuruh demikian untuk membangkitkan gairah seksual pelaku,” ungkap Kapolsek.

Namun permintaan itu ditolak kedua korban. Tak kehilangan akal, SS kemudian memberikan uang Rp 5 ribu kepada AP dan Rp 20 ribu untuk ML. Sambil mengelus elus tangan AP, harapannya korban mau menuruti kemauan pelaku.

“Korban yang ketakutan kemudian lari. Sampai di rumah kemudian menceritakan apa yang dialaminya ke orang tuanya,” jelasnya.

Sementara AP yang sempat meminum obat bersama minuman bersoda merasakan dadanya sakit dan jantungnya berdebar-debar, serta sesak napas, mual hingga muntah. Oleh keluarganya, korban kemudian dibawa kerumah sakit. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pringsewu Kota.

Setelah di ringkus Tekab 308 Unit Reskrim Polsek Pringsewu Kota Polres Pringsewu, pada 14 Desember lalu, SS juga diduga telah melakukan kekerasan seksual hingga pencabulan terhadap ML dengan iming-iming uang Rp 20 ribu.

Sementara itu dari pemeriksaan, SS mengakui bila obat yang diberikan merupakan perangsang untuk wanita. Dimana obat tersebut dibelinya secara COD dari media sosial.

Kini SS telah dilakukan penahanan untuk proses hukum selanjutnya.

“Pelaku dijerat dengan pasal Pasal 82 atau 80 UU No.35/2014 tentang Perubahan atas UU No.23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Atang Samsuri, SH, mewakili kapolres pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK.(sag/mlo)


Pos terkait