Sadis, Ternyata Ini Penyebab MZ Habisi Nyawa Sepupunya

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pelaku perkelahian yang berujung pada tewasnya adik sepupu di Pekon Turgak, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat  berhasil diamankan oleh Tekab 308 Satreskrim Polres Lambar bersama Unit Reskrim Polsek Sekincau pada Selasa sekira pukul 01.00 WIB.

Pelaku yang tak lain merupakan kakak sepupu korban itu yakni MZ (33) diamankan di kediaman mertuanya di Pekon Wayempulau ulu, Kecamatan Balikbukit. Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah golok dan pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan pembunuhan.

Bacaan Lainnya

Belakangan diketahui, korban JP (22) merupakan salah seorang mahasiswa semester 7 Universitas Islam Negeri (UIN). Meskipun dalam perkara ini keluarga pelaku dan korban bersedia menempuh jalur damai, namun aparat kepolisian memastikan tetap akan memproses perkara tersebut.

Kapolsek Sekincau Kompol Sukimanto, S.Sos, M.M, mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, S.Ik, M.H, menjelaskan bahwa penangkapan pelaku berawal informasi dari masyarakat bahwa pelaku sedang berada di kediaman mertuanya di Pekon Wayempulau ulu.

“Selanjutnya unit Reskrim Polsek Sekincau bersama tekab 308 Sat-reskrim polres lambar meluncur ke lokasi dan berhasil mengamankan pelaku, dan saat dimintai keterangan pelaku mengakui pembunuhan tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, peristiwa maut tersebut bermula pada pukul 11.00 WIB, Korban JP bersama salah seorang rekannya yakni MY yang kini menjadi saksi dalam peristiwa itu, janjian akan pergi memikat/menangkap burung. Selanjutnya, sekira pukul 16.00 WIB MY  berangkat mikat terlebih dahulu. Pada pukul 16.30 WIB korban JP menyusul dan mereka berdua bertemu di kebun kopi milik salah satu warga setempat.

“Saat itu sedang bersama-sama memikat burung.  Sekira pukul 17.30 WIB Pelaku MZ datang dan langsung mengambil pikat burung milik korban. Keduanya sempat bertengkar mulut, namun pikat  milik korban tetap dibawa oleh pelaku,” bebernya. 

Lantaran tidak terima, korban mengejar pelaku, namun sempat dihalangi rekannya MY, karena saat itu MY melihat pelaku membawa senjata tajam berupa golok.

“Meski sempat dihalangi teman korban, tapi korban tetap mengejar pelaku hingga terjadi perkelahian antara adik dan kakak sepupu tersebut. Kemudian tidak berselang lama, rekan korban mendekati perkelahian tersebut dan melihat korban JP sudah mengeluarkan darah dari bagian dada,” jelasnya

Saat itu, terusnya, korban masih dalam keadaan sadar sementara pelaku berlari sambil memasukkan golok miliknya ke sarung.

“Meski sudah ada upaya dari teman korban untuk mencari pertolongan, namun nyawa korban tidak terselamatkan,” imbuhnya.

Terkait peristiwa ini, pihaknya menegaskan bahwa meski antara keluarga korban dan pelaku sudah berdamai mengingat keduanya memiliki hubungan saudara sepupu, namun polisi memastikan akan tetap memproses pelaku sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku.(edi/mlo)


Pos terkait