Sahdana Dukung Pemberian Sanksi Bagi Pelanggar Prokes

  • Whatsapp
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Sahdana S.Pdi

Medialampung.co.id – Bosan hanya melakukan edukasi dan penyuluhan terhadap masyarakatnya untuk tetap memprioritaskan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari mereka, perangkat/Linmas Kampung Mulyoharjo Kecamatan Bumi Agung Waykanan turun kejalan melakukan sweeping pada warga yang tidak mematuhinya, memberikan sanksi bagi pelanggar dan membagikan masker pada warga. 

“Kalau penyuluhan melalui berbagai kesempatan telah kami lakukan, akan tetapi dengan melihat semakin berkembangnya kasus pandemi corona di Waykanan dan bahkan sudah ada beberapa warga Bumi Agung yang dinyatakan positif, maka saya berpikir untuk lebih ekstrim lagi yakni melakukan sweeping pada warga saya, dengan harapan mereka kedepannya benar benar mentaati protokol kesehatan di masa pandemi ini, dan ini sudah kami lakukan sejak hari Jumat (30/4) kemarin,” ujar Deden Alkindo Kepala Kampung Mulyoharjo. 

Bacaan Lainnya

Masih menurut Deden, baginya sekarang tidak melihat siapa yang melanggar siapa yang patuh, akan tetapi ia berharap semua menjadi patuh, karena aturan itu dilakukan untuk kemaslahatan masyarakat sendiri, bukan untuk pribadinya, dan ataupun untuk kepentingan perangkat Kampung.

“Kita kan sama sama mengetahui bahwa untuk saat ini corona itu belum ada obatnya, sebab kalau sudah ada obatnya tentu pemerintah tidak akan susah menanggulanginya, jadi menurut saya ya kita harus lebih tegas tapi mendidik agar warga kita patuh,” imbuhnya.

Ketegasan yang dilakukan oleh Kepala Kampung Mulyoharjo Kecamatan Bumi Agung tersebut didukung penuh oleh Sahdana, S.Pdi, Anggota DPRD Provinsi Lampung, yang memang berasal Waykanan, dan bahkan menurut Sahdana semestinya tindakan dan sanksi tegas terhadap pelanggar protokol Kesehatan itu sudah sejak lama dilakukan agar ditaati warga.

“Kalau sebelum Pilkada pemerintah tidak tegas saya masih pahami karena mungkin Petahana masih membutuhkan contrengan masyarakat, tetapi sekarang sudah lewat Pilkada jadi saya berharap agar Pemkab Waykanan dapat berlaku tegas, karena masyarakat Waykanan ini memiliki karakter yang keras jadi kita harus akan tetapi tetap mendidik, sebab kalau tidak bisa bisa terjadi ledakan pula seperti halnya di tempat lain, buktinya setelah kita terlena tiba tiba ada lonjakan sampai 15 orang, dimana saya yakin hal itu tidak semua terdata karena banyak yang melakukan test sendiri-sendiri dan melakukan isolasi mandiri, ini sangat membahayakan kalau pemerintah lemah dalam penindakan,” tegas mantan Anggota DPRD Waykanan 4 periode tersebut.(*/mlo)


Pos terkait