Sambut KBM Tatap Muka SMPN 1 Sumberjaya Lakukan Persiapan 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sekitar 90 persen orang tua, wali murid, SMP Negeri 1 Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) telah menyerahkan surat izin kepada pihak sekolah untuk dilaksanakannya kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

Untuk mempersiapkan KBM tatap muka tersebut, pihak sekolah menggelar rapat internal membahas segala sesuatu yang diterapkan dan fasilitas yang digunakan. 

Bacaan Lainnya



“Senin Tanggal 24 Agustus ini rencananya pembelajaran tatap muka akan dimulai, dan untuk kesiapannya kami menggelar rakor pembahasan tersebut,” ungkap Kepala SMPN setempat Joko Purnomo, S.Pd.,

Disebutkannya dalam pemberlakukan belajar tatap muka itu, pihak sekolah akan menerapkan sistem pembagian belajar, seperti pada hari Senin siswa yang masuk diambil setengah dari jumlah siswa Kelas VII. Artinya jika jumlah siswa kelas tersebut sebanyak 200 orang, maka yang masuk 100 orang, sisanya menunggu jadwal hari yang telah ditentukan berikutnya. 

“Berikut jadwal belajar yang kami susun yakni Senin separo kelas VII, Selasa separuh Kelas VIII dan Rabu separuh kelas IX, Kamis siswa kelas VII, Jumat sisa Kelas VIII dan Sabtu sisa Kelas IX,” ungkapnya. 

Dalam dalam belajar luring itu meski mata pelajaran yang dipelajari normal seperti biasa. Namun waktu pelaksanaan hanya berdurasi 2,5 jam.

“Kami juga memberikan batasan waktu. Sehingga di waktu itu menjadi tugas guru mengetuk telurkan pelajaran semaksimal mungkin,” ujarnya. 

Selain dari kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), persiapan lain yang telah dilakukan seperti penyediaan alat pengukur suhu tubuh sebanyak Enam Unit, Tempat cuci tangan di setiap kelas belajar dan tempat-tempat strategis lainnya, serta kewajiban menggunakan masker baik siswa maupun guru dan seluruh pengunjung sekolah. 

Sementara pro kontra terhadap pembelajaran tatap muka ada di masyarakat, seperti ada yang mendukung kembali belajar di sekolah, sebab saat ini banyak anak-anak di luar kontrol orang tua tetap melakukan pertemuan dengan rekan-rekan, dan justru itu lebih rentan terhadap penularan covid-19.

Sedangkan kalau di sekolah jelas dikontrol guru dan anak-anak mengikuti pelajaran yang diberikan pengawasan langsung. Yang tidak mendukung juga ada, yakni meminta pemerintah tetap bersabar menunggu redanya virus tersebut. (rin/mlo)



Pos terkait