Satgas TMMD Beri Penyuluhan Bela Negara

  • Whatsapp
PENYULUHAN: Pasiter Kodim 0422 Lampung Barat, Kapten Inf Waniran, yang juga komandan SSK Satgas TMMD ke-106 Kodim 0422 memberikan penyuluhan tentang bela negara dan wawasan kebangsaan kepada Pelajar SMA Kecamatan Bandar Negri Suoh, Kamis (10/10). - Foto Doc

Medialampung.co.id – Pasiter Kodim 0422 Lampung Barat, Kapten Inf Waniran, yang juga komandan SSK Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 0422 Lampung Barat memberikan penyuluhan tentang bela negara dan wawasan kebangsaan kepada Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Kecamatan Bandar Negri Suoh, Kamis (10/10).

Waniran mengungkapkan,  penyuluhan tersebut dilakukan untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan memiliki inovasi guna kemajuan bangsa dan negara, melalui penyuluhan bela negara yang di berikan kepada pelajar ini sebagai upaya untuk membentuk karakter cinta terhadap tanah air.

Bacaan Lainnya



”Tujuan dari penyuluhan makna bela negara kepada para pelajar adalah untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela negara bagi siswa dan siswi yang merupakan generasi muda penerus bangsa. Dengan harapan, para generasi muda itu memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme yang tinggi,” ungkapnya.

Kemudian tujuan selanjutnya, untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam lima butir Pancasila, dan kemudian dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat, selain itu juga untuk meningkatkan kecintaan kepada negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

TERUS BERLANJUT: Pembukaan Badan jalan di pekon Bandaragung Kecamatan BNS yang merupakan bagian dari TMMD 2019 terus berlanjut dan dilaksanakan secara gotong-royong oleh masyaakat. – Foto Doc

Sementara itu, pembangunan jalan sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 3 meter sudah memasuki hari ke-9 Pembangunan jalan sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 3 meter masih terus kerjakan di lokasi TMMD  Pekon Bandar Agung  Kecamatan BNS, tampak Satgas Bersama warga tengah bergotong-royong dalam bekerja membuat parit untuk memgaliri air dan sebagian meratakan jalan yang sudah di buat menggunakan alat berat.

”Dalam pelaksanaan pembangunan, upaya penyelesaian jalanpun terus digenjot dengan pembuatan parit di pinggir jalan dan perapihan jalan guna nanti terjadi hujan dapat memgaliri air dan tidak menjadikan rusak terhadap jalan tersebut,” terangnya.

Diharapkan dengan saling bergotong royong ini dapat mempercepat proses pekerjaan yang memang harus di percepat untuk mencapai hasil yang maksimal yang sesuai dengan program TMMD dalam percepatan pembangunan guna mendukung keaejahteraan masyarakat khususnya. (nop/mlo)



Pos terkait