Satnarkoba Polres Waykanan Bekuk Pelaku Pengedar Sabu di Way Tuba 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satresnarkoba Polres Waykanan berhasil membekuk Tersangka berinisial ARC (40) warga Desa Bantan Kecamatan Buay Pemuka Peliung Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (12/3). 

Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Narkoba IPTU Mirga Nurjuanda menuturkan, pemuda ini diamankan karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu di Kampung Way Tuba Kecamatan Way Tuba Kabupaten Waykanan. 

Bacaan Lainnya


Penangkapan berawal pada hari Kamis tanggal 11 Maret 2021 sekitar pukul 14.00 WIB, Satresnarkoba Polres Waykanan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya peredaran gelap narkotika jenis sabu di Kampung Way Tuba Kecamatan Way Tuba Kabupaten Waykanan. 

Menindak lanjuti informasi tersebut, petugas langsung menuju Kampung Way Tuba Kecamatan Way Tuba Kabupaten Waykanan untuk melakukan penyelidikan. 

Lebih lanjut, hasil dari penyelidikan petugas dari Satresnarkoba Polres Waykanan berhasil mengamankan seorang laki-laki yang mengaku berinisial ARC tanpa perlawanan. 

Dalam penindakan, petugas berhasil mengamankan barang bukti yang ada kaitannya dengan tindak pidana narkotika yang ditemukan di dalam kantong celana depan sebelah kanan pelaku berupa satu bungkusan dari kertas timah rokok dan didalamnya terdapat satu bungkus plastik klip bening ukuran sedang kecil berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto sekira 0,37 (nol koma tiga tujuh) gram. 

Selain itu, pada kantong celana depan sebelah kirinya pelaku ditemukan berupa satu buah kotak permen merk didalamnya terdapat dua lembar plastik bening ukuran kecil bekas pakai dan satu unit Handphone merk nokia warna biru. 

“Tersangka dan barang bukti diduga narkotika jenis sabu sudah kami amankan ke Mapolres Waykanan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan ia akan kami.bidik dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun,” ungkap IPTU Mirga.(wk1/mlo)




Pos terkait